BERAU TERKINI – Anggota DPRD Berau, Sakirman, mendesak Pemerintah Kabupaten Berau untuk segera merealisasikan rencana pembangunan penangkaran satwa liar, khususnya buaya.
Desakan ini disampaikan menyusul meningkatnya konflik antara manusia dan buaya dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut Sakirman, kejadian terbaru yang menimpa warga Karang Mulyo, Kecamatan Tanjung Redeb, menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah.
Dalam insiden tersebut, seorang warga nyaris kehilangan nyawa saat beraktivitas di sekitar tepi sungai setelah diserang buaya. Beruntung, korban masih berhasil selamat.

“Ini bukan kejadian pertama. Konflik seperti ini terus berulang dan semakin meresahkan masyarakat. Karena itu, penangkaran buaya harus segera direalisasikan sebagai salah satu solusi jangka panjang,” jelas Sakirman, Selasa (24/3/2026).
Ia menjelaskan, keberadaan penangkaran dinilai penting untuk mengurangi populasi buaya liar di habitat yang berdekatan dengan permukiman warga.
Selain itu, langkah tersebut juga dapat menjadi upaya perlindungan terhadap satwa agar tidak diburu atau dibunuh secara liar oleh masyarakat yang merasa terancam.
Sakirman menilai, selama ini penanganan konflik masih bersifat reaktif dan belum menyentuh akar persoalan.
Dengan adanya penangkaran, diharapkan proses evakuasi buaya yang masuk ke wilayah pemukiman bisa dilakukan lebih efektif dan terarah.
“Kalau hanya mengandalkan penanganan sementara, masalah ini tidak akan selesai. Harus ada solusi konkret dan berkelanjutan dari pemerintah,” ujarnya.
Ia pun meminta Pemkab Berau untuk segera berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Pemprov Kaltim guna mempercepat realisasi program tersebut.
Sakirman juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada saat beraktivitas di sekitar sungai, serta tidak melakukan tindakan yang dapat memancing kemunculan buaya.
“Keselamatan masyarakat tetap yang utama. Tapi di sisi lain, penanganan satwa juga harus dilakukan secara bijak dan terencana,” pungkasnya. (*/Adv)

