BERAU TERKINI — Setelah penantian panjang, Dermaga Teluk Sulaiman kini resmi beroperasi penuh, memungkinkan kapal berbobot hingga 1.000 ton untuk bersandar.
Bahkan, dermaga ini sudah rutin disinggahi kapal pengangkut semen dari Sulawesi Tengah hingga tiga kali dalam sebulan.
Anggota Komisi III DPRD Berau, M Ichsan Rapi, merespons perkembangan ini dengan optimisme.
Dia menyebut bahwa dermaga di wilayah pesisir Berau ini bukan sekadar proyek infrastruktur biasa.
Ichsan menilai Dermaga Teluk Sulaiman berpeluang besar menjadi gerbang penting yang menyokong pertumbuhan ekonomi di Bumi Batiwakkal, khususnya di wilayah pesisir.
Keberadaannya akan mendukung konektivitas antar wilayah, terutama pada sektor perdagangan dan perikanan.
Dia pun menyamakan peran dermaga dengan infrastruktur udara dalam mendorong kemajuan.
“Dermaga itu kami ibaratkan sebagai pintu masuk dan keluar barang, tentu juga manusia. Tidak beda dengan bandara, itu bagian penting dalam pembangunan ekonomi,” terang Ichsan.
Ia menyoroti masalah inefisiensi logistik yang selama ini dihadapi nelayan.
Sebelumnya, hasil laut tangkapan nelayan Berau harus dikirim ke luar daerah menggunakan transportasi darat, yang berujung pada tingginya biaya logistik dan proses distribusi yang kurang efisien.
Sehingga, keberadaan Dermaga Teluk Sulaiman diharapkan menjadi solusi.
Ichsan menambahkan, pemerintah wajib menyediakan fasilitas optimal guna mendukung perkembangan roda ekonomi masyarakat.
Dengan efisiensi logistik yang baru, masyarakat bisa mewujudkan kemandirian ekonomi mereka dan turut mendukung kemajuan daerah.
“Jika masyarakatnya berdaya dan mandiri secara ekonomi, pembangunan bisa diarahkan ke daerah lain yang masih membutuhkan. Memang semua tidak bisa serentak, tapi bertahap kita lakukan untuk masyarakat kita,” tambahnya.
Keberadaan Dermaga Teluk Sulaiman memiliki potensi besar untuk menjadikan Berau sebagai kabupaten pesisir yang maju dan mandiri.
Hal itu juga mengingat lokasinya yang strategis sebagai jalur penting distribusi barang dan penumpang dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat. (*/Adv)
