BERAU TERKINI – Meski telah diresmikan oleh Bupati Berau Sri Juniarsih, Dermaga Teluk Sulaiman di Kecamatan Bidukbiduk belum sepenuhnya beroperasi secara maksimal.
Dinas Perhubungan Berau saat ini masih memberlakukan kebijakan pembatasan, terutama bagi kapal dengan muatan besar.
Kepala Dishub Berau, Andi Marewangeng, menjelaskan, pembatasan ini dilakukan karena dermaga anyar tersebut masih dalam masa pemeliharaan.
“Belum bisa disandari kapal besar karena kondisi betonnya belum mengeras seutuhnya,” ungkap Andi saat ditemui beberapa waktu lalu.
Menurut Andi, struktur beton dermaga masih sangat rawan jika harus menerima benturan atau beban dari kapal dengan bobot di atas 1.200 Gross Tonage (GT).

Mengingat dermaga baru diserahterimakan pada 15 Desember 2025, masa pemeliharaan secara formal dijadwalkan berlangsung selama enam bulan.
Meski demikian, masa tunggu ini bersifat fleksibel. Dishub terus melakukan pengecekan berkala terhadap kualitas fondasi beton.
“Kalau kurang dari enam bulan betonnya sudah mengeras maksimal, akses untuk kapal besar pasti langsung kami buka,” tambahnya.
Antusiasme pelaku usaha terhadap dermaga ini tergolong tinggi.
Banyak kapal logistik dan material, terutama dari Pulau Sulawesi dan Jawa, yang telah mengajukan izin sandar.
Kehadiran dermaga ini dinilai mampu memangkas biaya pengiriman karena distribusi logistik untuk kawasan Pesisir Selatan tidak lagi harus melalui Pelabuhan Tanjung Redeb.
Andi optimistis, dermaga yang didesain tahan gempa ini akan menjadi motor penggerak ekonomi baru.
Jika beton sudah mencapai kekuatan maksimal, dermaga diprediksi mampu menampung beban hingga lima kali lipat dari kapasitas saat ini.
Selain menjadi jalur logistik, Dermaga Teluk Sulaiman juga diproyeksikan untuk mendukung sektor pariwisata, khususnya akses menuju Pulau Kaniungan.
Di sisi kanan dermaga, telah tersedia fasilitas tambat berukuran sedang yang dikhususkan bagi kapal wisata maupun kapal pemancing.
“Dermaga ini multifungsi, bisa juga digunakan untuk kapal wisata. Kami berharap kehadiran fasilitas ini mempercepat laju pertumbuhan ekonomi di wilayah pesisir,” pungkasnya. (*)
