BERAU TERKINI – Wakil Bupati Berau, Gamalis, meninjau proses rehabilitasi Dermaga Pelabuhan Sidayang, Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan.
Rehabilitasi tersebut merupakan program pembangunan infrastruktur pemerintah demi memberikan fasilitas yang aman bagi setiap wisatawan yang hendak ke Pulau Derawan.
Dalam catatan papan proyek, rehabilitasi berat dermaga tersebut menyedot APBD Berau 2025 sebesar Rp6,8 miliar dan dikerjakan CV Mandiri dengan deadline pengerjaan selama 135 hari atau 4,5 bulan. Proyek tersebut juga telah resmi berjalan sejak 17 Juli 2025.
Gamalis mengatakan, dirinya mendorong percepatan pengerjaan dermaga tersebut agar dapat difungsikan untuk menyambut para wisatawan pada akhir tahun ini.
Harapannya perekonomian dari aktivitas wisata pada akhir tahun nanti dapat dinikmati kembali oleh para pelaku wisata di Pulau Derawan maupun Tanjung Batu.
“Semoga akhir tahun nanti program ini bisa selesai,” harapnya.
Gamalis menuturkan, dari hasil laporan kontraktor pelaksana, pengerjaan dermaga tersebut memiliki tantangan tersendiri karena pemancangan tiang fondasi harus mencapai titik terkeras tanah laut atau embering.
Pencarian titik terkeras tersebut dilakukan demi menghindari terjadinya penurunan kembali titik sandar kapal di dermaga yang dapat membahayakan bagi para pengguna.
“Jadi, secara desain tetap sama, rehab total dilakukan pada titik dermaga yang sudah habis dikikis air laut,” sebutnya.
Dia berharap, tak ada kendala teknis yang bisa menghambat proses pengerjaan rehabilitasi dermaga tersebut. Sehingga, pada akhir tahun nanti atau menjelang awal tahun dapat segera digunakan.
“Semoga berjalan lancar saja proyek ini demi keselamatan wisatawan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Berau, Andi Marewangeng, menerangkan, berdasarkan hasil pemantauan teknis, memperlihatkan beberapa bagian konstruksi sudah tidak layak menahan beban.
Struktur pile cap, balok induk, balok anak, dan lantai dermaga menunjukkan penurunan kemampuan daya dukung.
Baik beban mati dari berat konstruksi maupun beban hidup berupa kendaraan roda dua, roda empat, maupun orang yang beraktivitas di atasnya sudah tidak lagi bisa ditampung dengan aman.
Kerusakan itu terlihat dari tulangan pokok dan tulangan geser pada balok induk dan balok anak.
Rata-rata tulangan telah putus akibat awalnya mengalami spalling atau beton yang terkikis.
Proses karbonisasi yang berlangsung lama juga menyebabkan tulangan semakin mengecil dan akhirnya patah.
“Jika dibiarkan, kegagalan struktur bisa terjadi sewaktu-waktu. Itulah mengapa rehab harus segera dilakukan,” katanya.
Dia menjelaskan, rehabilitasi yang dikerjakan tidak mengubah konstruksi awal dermaga. Hanya saja, mutu beton akan ditingkatkan menjadi 30 MPa dengan penggunaan semen tahan sulfat.
Untuk bagian yang bersentuhan langsung dengan air juga akan diberi perlakuan khusus agar air tidak mudah masuk ke dalam struktur beton.
Meski pekerjaan perbaikan sedang berjalan, aktivitas penyeberangan tetap dibuka dengan pengaturan tertentu. Dishub menyiapkan pelataran di sisi dermaga serta dermaga apung sebagai jalur alternatif.
“Untuk wisatawan mancanegara, kita siapkan akses dengan sistem buka tutup melalui tangga di trestle depan,” jelasnya.
Jalur serupa juga dipakai untuk mendukung aktivitas bongkar muat sampah dari Pulau Derawan.
Terkait waktu penyelesaian, Andi belum bisa memastikan apakah pekerjaan bisa lebih cepat dari jadwal. Berdasarkan kontrak tender, masa pelaksanaan rehabilitasi ditetapkan 135 hari kalender.
“Kami berharap sesuai target agar tidak terlalu lama mengganggu akses wisatawan maupun masyarakat,” ujarnya.
Meski ada pengalihan jalur, penyeberangan menuju Pulau Derawan dipastikan tetap bisa berjalan. Wisatawan hanya perlu menyesuaikan dengan jalur yang sudah disediakan.
Dishub Berau meminta masyarakat dan pengunjung untuk bersabar selama pengerjaan berlangsung, mengingat perbaikan dermaga dilakukan demi keamanan bersama. (*/Adv)
