BERAU TERKINI Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Berau berencana menyiapkan ruang khusus bagi penyandang disabilitas demi mewujudkan layanan literasi yang setara dan inklusif.

Pustakawan Ahli Muda Dispusip Berau, Arliana, mengatakan rencana ini berangkat dari kesadaran bahwa kelompok difabel memiliki hak yang sama untuk mengakses fasilitas perpustakaan dengan nyaman dan mandiri. Selama ini, keterbatasan akses fisik kerap menjadi penghalang bagi mereka.

“Kami ingin memastikan teman-teman difabel bisa membaca, belajar, dan beraktivitas di perpustakaan tanpa hambatan. Mereka juga berhak atas layanan literasi yang ramah dan setara,” ujarnya, Selasa (4/11/2025).

Optimalkan Koleksi Buku Braille

Dispusip Berau sebenarnya telah memiliki sekitar 800 buku Braille sebagai bagian dari koleksi literasi inklusif. Namun, koleksi tersebut belum optimal karena masih tersimpan bersama buku referensi umum.

“Buku-buku braille sebenarnya sudah kami sediakan, tetapi karena belum ada ruangan khusus, koleksinya masih bergabung dengan yang lain,” tutur Arliana.

Menurutnya, Dispusip akan segera menata ruang ramah difabel tersebut begitu alokasi anggaran telah tersedia.

“Begitu dananya tersedia, kami akan menata ulang ruang perpustakaan agar lebih mudah diakses pengguna difabel. Ini bagian dari upaya menjadikan perpustakaan Berau sebagai ruang publik yang terbuka bagi semua,” katanya.

Siapkan Petugas Terlatih

Arliana menambahkan, Dispusip tidak hanya fokus pada fasilitas fisik, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia. Pihaknya mempertimbangkan kerja sama dengan guru-guru Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Berau untuk memberikan pelatihan khusus bagi petugas perpustakaan.

“Kami melihat ada peluang kolaborasi dengan guru-guru SLB agar petugas bisa belajar langsung tentang cara melayani penyandang disabilitas,” imbuhnya.

Ia berharap rencana ini mendapat dukungan luas agar perpustakaan benar-benar menjadi tempat setiap orang mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperoleh pengetahuan. (adv)