BERAU TERKINI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mengambil langkah strategis untuk mewujudkan visi transisi ekonomi daerah. Demi meninggalkan ketergantungan pada sumber daya alam (SDA), Pemkab akan melibatkan konsultan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (NGO) untuk memetakan secara detail potensi wisata di 100 kampung.

Langkah ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang untuk menjadikan sektor pariwisata berkelanjutan sebagai motor penggerak pembangunan baru di Bumi Batiwakkal.

Menurut Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, langkah ini krusial untuk mengantisipasi potensi keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta Alokasi Dana Kampung (ADK) di masa depan.

“Kita ini kan sekarang sudah beralih, dari sumber daya alam yang ada saat ini, pelan-pelan secara berkelanjutan kita akan beralih menjadi sumber daya pariwisata,” ungkap Sri Juniarsih, Senin (25/8/2025_.

Libatkan Tenaga Ahli

Sri Juniarsih mengakui, untuk mewujudkan transisi ini, diperlukan perencanaan yang matang dan berbasis data. Oleh karena itu, pelibatan tenaga ahli dari luar pemerintahan menjadi kunci untuk memastikan setiap kampung bisa dikembangkan sesuai potensinya.

“Kalau hanya mengandalkan kepala kampung saja, seringkali tidak maksimal. Dengan adanya konsultan, kita bisa melihat apa yang cocok di setiap kampung. Jadi, 100 kampung di Berau bisa dipetakan untuk transisi ke depan,” bebernya.

Fokus pada SDM Lokal

Pemetaan ini tidak hanya akan menghasilkan data, tetapi juga akan menjadi dasar untuk program pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal. Bupati menekankan pentingnya peran aparatur kampung dalam mengelola potensi tersebut agar bisa menjadi sumber Pendapatan Asli Kampung (PADK).

Ia menambahkan bahwa proses transisi ini membutuhkan waktu panjang dan harus dijalankan secara berkelanjutan, bahkan mungkin melampaui satu periode pemerintahan.

“SDM inilah yang termasuk kepala kampung dan aparatur. Bagaimana mereka bisa mengelola potensi alam untuk menjadi pendapatan asli kampung,” tutupnya.