SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) kini menggenjot program pembukaan lahan sawah baru sebagai strategi utama untuk mencapai target swasembada beras pada tahun 2026. Langkah ini sejalan dengan program kemandirian pangan nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menegaskan, penambahan luas area tanam menjadi kunci untuk mendongkrak produksi beras lokal. Ia mendorong seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk bekerja keras mengidentifikasi dan mengoptimalkan semua lahan potensial yang ada di wilayah masing-masing.

“Kita harus bekerja keras bersama, khususnya pemerintah kabupaten dan kota untuk mengoptimalkan seluruh lahan potensial, termasuk membuka lahan-lahan baru untuk pertanian,” tegas Seno, Senin (14/7/2025).

Menurutnya, target swasembada ini merupakan sebuah tantangan besar sekaligus peluang emas bagi Kaltim untuk menunjukkan kemandiriannya di sektor pangan. Untuk mendukung strategi pembukaan lahan ini, Pemprov Kaltim telah menyiapkan berbagai program pendukung.

Seno Aji menyatakan komitmen penuh dari pemerintah provinsi untuk membantu pemerintah daerah dalam upaya ini. Dukungan tersebut akan diwujudkan dalam berbagai bentuk.

“Pemprov Kaltim sangat berkomitmen memberikan dukungan penuh kepada seluruh kabupaten dan kota dalam pengembangan sektor pertanian,” tandasnya.

Dukungan itu antara lain melalui program-program pelatihan bagi para petani untuk meningkatkan kapasitas produksi, serta pendampingan teknis di lapangan untuk memastikan lahan-lahan baru dapat produktif secara maksimal.

Lebih lanjut, Politisi Gerindra ini juga menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi dari semua pihak. Ia berharap ada kerja sama yang kuat antara pemerintah di semua tingkatan dengan para pemangku kepentingan, termasuk organisasi petani seperti Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA).

“Kita harus bahu membahu demi mewujudkan masa depan pertanian Kaltim yang mandiri,” pungkas Seno. (*)