BERAU TERKINI – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Perhubungan terus bergerak cepat mencari solusi konkret terkait permasalahan lahan parkir di Pelabuhan Sidayang, Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan.

Sebagai pintu masuk utama menuju destinasi wisata kelas dunia, ketersediaan fasilitas penunjang di daratan pelabuhan ini menjadi prioritas yang mendesak untuk segera dibenahi.

Kepala Dinas Perhubungan Berau, Andi Marewangeng, menjelaskan, Pelabuhan Sidayang secara teknis memiliki dua komponen utama, yakni sisi laut dan sisi darat.

Mengingat statusnya sebagai pelabuhan pariwisata, sisi darat memegang peranan vital sebagai area pengumpulan barang bawaan penumpang sekaligus kantong parkir kendaraan wisatawan.

Seiring ditetapkannya kawasan ini sebagai bagian dari Kawasan Strategis Pariwisata Nasional, Pelabuhan Sidayang bertransformasi menjadi gerbang utama wisata yang sangat sibuk.

Namun, popularitas tersebut membawa tantangan tersendiri, terutama saat musim liburan tiba, di mana jumlah pelancong meningkat tajam melampaui kapasitas lahan yang tersedia.

“Jadi parkir kita semakin mengecil, dalam artian jumlah wisatawan membludak di akhir tahun,” ujar Andi.

Kondisi ini memaksa pihak berwenang untuk mencari solusi jangka pendek guna menampung kendaraan pengunjung. 

Salah satu langkah yang sempat diambil adalah memanfaatkan halaman masjid sekitar sebagai area parkir. 

Namun, seiring dengan selesainya pembangunan kembali masjid tersebut, titik parkir kini dialihkan sementara ke lapangan bola di dekat pelabuhan untuk memastikan kenyamanan jamaah dan ketertiban umum. 

“Sebenarnya dulu kan di masjid ya, nah sekarang masjid sudah dibangun akhirnya di lapangan bola,” ungkapnya.

Dishub Berau sebenarnya telah menyusun berbagai perencanaan matang untuk mengatasi masalah ini secara permanen. 

Salah satu usulan awal adalah melakukan pengurukan pada sisi laut untuk memperluas area daratan. 

Meski sempat mendapatkan alokasi anggaran, rencana tersebut terpaksa dianulir akibat adanya kebijakan efisiensi anggaran daerah.

Sebagai langkah cadangan, Dishub kini melirik lokasi alternatif kedua yang berada di samping asrama atlet. 

Andi menegaskan, upaya pencarian lahan ini tidak akan berhenti demi memastikan pelayanan prima bagi para wisatawan yang berkunjung ke Berau. 

Baginya, kesan pertama wisatawan saat tiba di pelabuhan sangat menentukan citra pariwisata daerah di masa depan.

“Tetap akan kita pertimbangkan, karena ini pintu gerbang wisata, jangan sampai ada kata-kata tanda kutip yang negatif, pelayanan kita tidak baik, akhirnya wisata kita tidak berkembang maju,” pungkasnya. (*)