TANJUNG REDEB – Delisea Seafood siap memanjakan lidah para penikmat olahan makanan laut dengan sajian berbeda dari rumah makan lainnya di Kabupaten Berau.
Rumah makan yang beralamat di Jalan Diponegoro, Tanjung Redeb, tepatnya di samping kanan kantor Kejaksaan Negeri Berau, ini diresmikan langsung Sekretaris Disbudpar Berau, Abdul Majid, Kamis (17/7/2025) pagi.
Saat grand opening tersebut, beragam menu mulai dari ikan, cumi, kepiting, hingga udang segar tersaji. Semua tamu mengaku puas dengan olahan makanan laut dari Chef Budi Rusdiyana.
Makanan hasil laut maupun sungai sejatinya memiliki tekstur yang sama. Namun, olahan bumbu hingga sambal dipastikan beda dari rumah makan atau restoran seafood lainnya di Bumi Batiwakkal.
Resep bumbu dan sambal rahasia milik Chef Budi dipastikan akan memuaskan hasrat para penikmat hasil laut Berau.

“Kami pastikan ini tidak ada di restoran lainnya di Berau. Rasa bumbu dan sambal kami beda,” ucap juru masak profesional Delisea Seafood itu.
Pria yang juga Manajer Operasional Delisea Seafood ini mengatakan, menu spesial yang diolah adalah ikan lais. Ikan yang hanya hidup di perairan Berau yang diolah dengan bumbu dan sambal delisea.
Ikan yang sudah akrab dengan lidah para penikmat kuliner Berau ini dapat dinikmati dengan harga mulai di bawah Rp50 ribu per porsi.
“Ini ikan lokal yang jarang ditemui restoran di Berau. Kami buat spesial. Menunya ikan lais kriuk,” sebutnya.
Delisea hadir untuk menyajikan secara instan hasil tangkapan laut dari nelayan lokal.
Contohnya kepiting dan lobster yang dibeli dari nelayan di Pulau Derawan. Lalu, untuk ikan segar dibeli dari nelayan Tanjung Batu. Kemudian, udang didatangkan dari Kampung Kasai.
Chef Budi mengatakan, pihaknya komitmen untuk memberdayakan para nelayan lokal. Dia memastikan para pelanggan dapat menikmati hasil olahan ikan sampai kepiting yang masih segar.
“Kami beli langsung dari para nelayan lokal,” ungkapnya.
Sekretaris Disbudpar Berau, Abdul Majid, pun memberikan apresiasi dibukanya Delisea Seafood.
Menurutnya, sebagai daerah tujuan wisata, penting bagi pelaku usaha untuk mengenalkan hasil kekayaan ikan dari laut Berau.
Dia memastikan, usaha yang dijalankan Delisea saat ini akan menjadi incaran para wisatawan ketika ingin menikmati olahan seafood.
“Dari rumah makan ini, orang akan ingat dengan hasil laut Berau,” ujarnya. (*)
