BERAU TERKINI – Kegiatan Dekranasda Expo 2025 menjadi ajang untuk memperkenalkan produk unggulan UMKM di tiap kecamatan di Berau.

Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Berau sedang menggelar Dekranasda Expo 2025.

Di mana salah satu kegiatannya adalah promosi UMKM dari tiap kecamatan yang ada di Berau.

Salah satu peserta dari Kecamatan Biduk-biduk yakni Mawar, menjelaskan produk yang dibawa dari daerahnya.

Menurutnya produk UMKM yang dibawa merupakan produk yang paling laris seperti hiasan dinding hingga sumpit khas Dayak.

“Jadi kami mau membawa produk itu ke sini. Kami persiapan barang-barang ini sudah berkurang karena sudah diekspor ke luar, peminatnya banyak. Kita masuk ke juara provinsi, jadi banyak pengorder barang-barang yang kita pasarkan ini,”ungkapnya kepada Berauterkini.co.id., Minggu (23/11/2025).

Ia juga mengatakan produk yang paling banyak diimpor ke luar daerah itu kerajinan berupa barang bukan makanan, contohnya sumpit, hiasan dinding, dan asbak.

Pameran produk UMKM dari tiap kecamatan di Berau dalam gelaran Dekranasda Expo 2025 (Andrikni Sholikhati/BT)
Pameran produk UMKM dari tiap kecamatan di Berau dalam gelaran Dekranasda Expo 2025 (Andrikni Sholikhati/BT)

Mawar mengatakan, awal produk mereka bisa diekspor ke luar karena adanya kelompok anak-anak pelatihan yang mengajukan ke Dekranasda.

“Mereka melakukan pelatihan ke biduk-biduk, dikasih bahan-bahannya seperti alat bantu ke Kampung Dayak Basap, dan diolah oleh mereka, kaya tas dan keranjang,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa acara seperti ini membuat produk lokal bisa dikenal oleh banyak orang, karena masih banyak warga Berau sendiri yang belum mengetahui poduk-produk daerahnya.

“Jadi ada acara kaya gini jadi pada tau mereka,” ungkapnya.

Produk UMKM yang dipasarkan oleh kecamatan Biduk-biduk beragam, mulai dari minyak kelapa, keripik pisang, hingga madu.

Pameran produk UMKM dari tiap kecamatan di Berau dalam gelaran Dekranasda Expo 2025 (Andrikni Sholikhati/BT)
Pameran produk UMKM dari tiap kecamatan di Berau dalam gelaran Dekranasda Expo 2025 (Andrikni Sholikhati/BT)

Pelaku UMKM lain, Eva, yang berasal dari Kecamatan Segah juga memamerkan hasil karya daerahnya. Produk yang mereka jual hasil kerajinan tangan dari semua kampung yang ada di Kecamatan Segah.

“Iya, dari kampung masing-masing. Kita kan dari Segah kan ada progres kampung, yang kaya saung sama anjat ada separuh yang dari Tepian buah, Siduung Indah, sama kampung lain,” jelasnya.

Produk lain sepeti batik juga produksi mereka sendiri. Motif batik itu sendiri berasal dari adat yang ada di sana, misalnya Kampung Bukit Makmur motif batiknya berupa kelor dan lele.

Produk batik Kampung Bukit Makmur sudah pernah dibawa sampai ke luar daerah mewakili provinsi.

Produk murah atau mahal dipengaruhi dari cara pembuatan dan cara merajut. Rotan yang digunakan untuk merajut juga susah untuk dicari.

“Rotannya ada yang ekspor ada yang enggak,” jelasnya.

Proses pembuatan, mewarnai, menjemur, dan menentukan pola dan motif menjadi pengaruh mahal atau tidaknya harga. Para pengrajin juga tidak semuanya memang pengrajin, ada juga yang buat usaha sampingan.

Pameran produk UMKM dari tiap kecamatan di Berau dalam gelaran Dekranasda Expo 2025 (Andrikni Sholikhati/BT)
Pameran produk UMKM dari tiap kecamatan di Berau dalam gelaran Dekranasda Expo 2025 (Andrikni Sholikhati/BT)

Yuni, pelaku UMKM dari Kecamatan Tanjung Redeb mengatakan bahwa produk mereka juga turut serta dalam meramaikan UMKM.

Produk yang ditawarkan oleh UMKM Kecamatan Tanjung Redeb beragam, mulai dari sambal, terasi, hingga keripik pisang.

“Kebetulan kita dari Kecamatan Tanjung melingkup beberapa kelurahan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa produk Kecamatan Tanjung Redeb diproduksi sendiri dari rumah atau home made.

Mereka juga biasa menjajakan dagangannya di expo, supermarket, dan bazaar-bazaar di manapun itu.

“Ada produk yang sudah pernah di ekspor keluar Berau kaya keripik anisa itu sudah ada yang ke luar daerah,” pungkasnya. (*/Adv)