BERAU TERKINI – Provinsi Kalimantan Timur masih menghadapi tantangan serius dalam upaya menekan angka stunting. Penurunan kasus di wilayah ini dinilai masih lambat jika dibandingkan dengan tren nasional yang positif.
Data terbaru menunjukkan prevalensi stunting di Benua Etam hanya turun tipis dari angka 22,9 persen pada 2021 menjadi 22,2 persen pada 2024. Padahal secara nasional penurunan sudah mencapai lebih dari satu persen dalam periode setahun terakhir.
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menyoroti sisa kasus yang masih sangat tinggi yakni mencapai 39.137 anak. Fakta ini terungkap dalam rapat koordinasi percepatan penurunan stunting yang digelar di Kantor Gubernur pada Selasa (18/11/2025).
Seno meminta langkah luar biasa untuk mengejar ketertinggalan tersebut. Ia menginstruksikan agar setiap kabupaten dan kota segera melakukan intervensi langsung kepada masyarakat yang berpotensi.
Petakan Kantong Masalah
Pemerintah daerah diwajibkan memiliki peta wilayah prioritas dan peta keluarga berisiko. Hal ini mutlak diperlukan sebagai dasar pelaksanaan intervensi yang spesifik dan sensitif di lapangan.
Koordinasi lintas instansi seperti dinas kesehatan hingga dinas sosial dan badan amil zakat harus diperkuat. Bantuan sosial wajib dipastikan tepat sasaran agar prevalensi stunting tidak kembali melonjak dari bulan ke bulan.
Seno menegaskan perlunya pembentukan posko pemantauan lengkap dengan peta sasaran di setiap wilayah. Dinas terkait diminta aktif memonitor keberadaan balita yang masuk dalam kategori stunting tersebut.
Strategi Tujuh Langkah
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kaltim Noryani Sorayalita menambahkan pentingnya keseragaman strategi. Pihaknya menggunakan indikator tujuh kemenangan cepat atau Quick Wins sebagai panduan evaluasi.
Acara ini juga dirangkai dengan penandatanganan kerja sama data antara BKKBN dan dinas komunikasi dan informatika setempat. Seno Aji lantas menutup arahannya dengan harapan besar terhadap perbaikan data tahun depan.
“Kami berharap nasional tahun depan nilai prevalensi stunting Kalimantan Timur benar-benar turun dan dapat menyamai capaian,” tutupnya. (Ftr/Adv/Diskominfo Kaltim)
