BERAU TERKINI – Kabar kurang sedap datang dari sektor logistik laut Kabupaten Berau. Di tengah geliat pertumbuhan angkutan barang Kalimantan Timur, Pelabuhan Tanjung Redeb justru mencatatkan penurunan volume angkut yang cukup dalam pada Oktober 2025.
Badan Pusat Statistik atau BPS Kaltim mencatat volume barang yang dimuat di pelabuhan ini merosot hingga 14,59 persen dibanding bulan sebelumnya. Kondisi ini berbanding terbalik dengan tren provinsi yang justru naik 3,70 persen secara agregat.
Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana merilis data tersebut dalam keterangan resminya pada Senin (15/12/25). Penurunan ini menjadi anomali ketika pelabuhan lain justru mencatatkan kinerja positif.
Kontras dengan Daerah Lain
Sejumlah pelabuhan utama di Kaltim sedang panen muatan pada periode yang sama. Pelabuhan Sangatta misalnya, mencatat lonjakan tertinggi hingga 43,86 persen disusul Kariangau yang naik 29,68 persen.
Meski mengalami penurunan volume, Tanjung Redeb masih menyumbang angka yang cukup signifikan dalam peta logistik Kaltim. Pelabuhan ini mengangkut 1,3 juta ton barang atau menguasai pangsa pasar sekitar 13 persen.
Namun dominasi utama masih dipegang erat oleh Pelabuhan Kuala Samboja. Pelabuhan ini mencatatkan volume 2,8 juta ton atau hampir 30 persen dari total angkutan barang laut di Benua Etam.
Penumpang Pesawat dan Kapal Meningkat
Berbeda dengan logistik laut yang terkoreksi, pergerakan manusia dari dan menuju Berau justru menunjukkan tren positif. Penumpang pesawat di Bandara Kalimarau tercatat naik tipis sebesar 1,76 persen.
Secara umum, sektor angkutan udara domestik Kaltim tumbuh 9,15 persen dengan total 239 ribu penumpang. Lonjakan penumpang tertinggi secara mengejutkan terjadi di Bandara Melalan Kutai Barat yang naik hampir 18 persen.
Yusniar Juliana menyoroti peta pergerakan penumpang yang masih terpusat di dua kota utama. Bandara Sepinggan Balikpapan menguasai 75 persen pangsa pasar, disusul APT Pranoto Samarinda.
“Bandara Sepinggan dan APT Pranoto masih mendominasi pergerakan penumpang udara domestik di Kalimantan Timur,” kata Yusniar. (*)
