BERAU TERKINI – Sirene armada pemadam kebakaran kerap diidentikkan dengan kebakaran besar dan situasi darurat yang menegangkan.

Namun di Kabupaten Berau, tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) jauh lebih luas dari sekadar memadamkan api.

Sepanjang 2025, petugas BPBD Berau tercatat menangani ratusan kejadian. Mulai dari peristiwa yang mengancam nyawa, hingga persoalan remeh-temeh yang dialami warga sehari-hari.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat, mengatakan bahwa penanganan kebakaran permukiman masih menjadi tugas paling krusial. Sepanjang tahun itu, BPBD Berau telah menangani 49 kasus kebakaran di kawasan hunian warga.

“Kebakaran tetap menjadi prioritas utama karena berkaitan langsung dengan keselamatan jiwa dan harta benda masyarakat. Setiap laporan yang masuk, tim langsung bergerak secepat mungkin,” ujarnya, Kamis (8/1/2026).

Tim BPBD melakukan pengambilan kunci motor terjatuh di dalam drainase. Foto: Istimewa.

Selain kebakaran, BPBD Berau juga menangani kejadian darurat lain yang bersifat serius, seperti evakuasi jenazah yang tercatat satu kali sepanjang tahun.

Meski jumlahnya tidak banyak, Nofian menegaskan bahwa penanganan kasus seperti ini membutuhkan kesiapan personel dan koordinasi yang matang.

“Tugas evakuasi jenazah membutuhkan pendekatan yang humanis dan penuh kehati-hatian. Ini bukan hanya soal teknis, tapi juga empati kepada keluarga,” katanya.

Di luar kejadian darurat utama, BPBD Berau banyak disibukkan dengan evakuasi hewan liar yang masuk ke wilayah permukiman.

Bahkan, sepanjang 2025, petugas telah menangani 78 kasus evakuasi ular dan 89 kasus evakuasi tawon. Dua hewan ini menjadi laporan paling dominan dari masyarakat.

“Ular dan tawon ini paling sering dilaporkan warga. Meski terlihat sepele, sebenarnya cukup berbahaya, terutama bagi anak-anak dan orang tua,” terangnya.

Tak hanya itu, BPBD juga menangani evakuasi biawak sebanyak 11 kali, anjing liar 5 kali, buaya 2 kali, serta masing-masing satu kali evakuasi trenggiling dan monyet liar.

“Kami berupaya mencegah konflik antara manusia dan satwa,” terangnya.

Di sektor lingkungan dan fasilitas umum, BPBD Berau juga melakukan evakuasi pohon tumbang sebanyak 2 kali, penyemprotan jalan 3 kali, serta evakuasi mobil terperosok sebanyak 2 kali.

Menariknya, di sela tugas-tugas berat tersebut, BPBD Berau juga kerap menerima laporan yang terkesan sepele namun mendesak bagi warga.

Sepanjang 2025, petugas tercatat membantu pelepasan cincin yang tersangkut di jari sebanyak 11 kali, membuka mobil yang terkunci 2 kali, mengambil kunci motor yang jatuh ke parit 2 kali, hingga mengangkat ponsel yang tercebur ke sungai 1 kali.

Bahkan, ada laporan kucing yang terjebak di atas pohon sebanyak 2 kali, warga terkunci di dalam toilet 1 kali, serta kunci pintu patah 1 kali.

“Bagi kami, tidak ada istilah laporan kecil atau besar. Selama itu menyangkut keselamatan dan membutuhkan bantuan, kami tetap datang. Dan semua itu dilakukan gratis,” tegas Nofian.

Deretan data tersebut memperlihatkan bahwa BPBD Berau hadir bukan hanya saat bencana besar terjadi, tetapi juga dalam persoalan kecil yang langsung dirasakan masyarakat.

“Kami menganggap semua laporan itu, menjadi tugas kemanusiaan yang harus ditunaikan dengan sungguh-sungguh,” pungkasnya. (/)