BERAU TERKINI – Berawal dari usaha kecil saat masih duduk di bangku SMA, Indar Dewi kini berhasil mempertahankan bisnisnya yang dikenal dengan nama Instore.

Meski sempat menghadapi berbagai tantangan, bahkan musibah kebakaran, semangatnya untuk terus berusaha tidak pernah padam.

Indar bercerita, usaha tersebut mulai ia rintis sejak masih duduk di bangku SMA dengan sistem pre order sebagai cara memutar modal.

“Dulu mulai jualan dari SMA dengan sistem pre order untuk perputaran modal. Setelah lulus sempat berhenti karena kuliah, lalu mulai lagi dan benar-benar menekuni usaha ini sejak 2017 sampai sekarang,” ujarnya.

Di awal perjalanan usaha, keterbatasan modal menjadi tantangan utama.

Modal yang terus diputar membuat proses restok barang berjalan lebih lambat, sementara keuntungan yang diperoleh juga masih terbatas untuk meningkatkan branding toko.

Meski begitu, usaha Instore mulai menunjukkan perkembangan pada 2020. 

Saat itu, nama Instore mulai dikenal masyarakat Berau setelah Indar memproduksi cemilan kerupuk seblak kering buatannya sendiri yang dititipkan di beberapa kafe di Berau. 

Selain itu, produk bedda lotong, lulur hitam khas Bugis yang ia jual juga sempat menarik perhatian dan meningkatkan penjualan.

“Waktu itu sempat booming juga karena bedda lotong. Alhamdulillah sampai sekarang masih ada produknya, walaupun kerupuk seblaknya sudah tidak lagi,” jelasnya.

Seiring waktu, Instore semakin dikenal masyarakat. Namun, ujian besar datang pada awal 2025, sekitar dua bulan sebelum Ramadan. 

Kebakaran melanda rumah sekaligus tempat usahanya hingga seluruh stok barang yang sudah disiapkan untuk persiapan Ramadan ikut habis terbakar.

“Waktu itu sudah stok banyak untuk persiapan Ramadan, tapi semuanya habis karena kebakaran. Rumah dan tempat usaha juga ikut terbakar,” kenangnya.

Meski mengalami kerugian besar, Indar memilih untuk tidak menyerah.

Ia kembali membangun usahanya dari awal dengan keyakinan bahwa usaha yang dirintisnya tidak boleh berhenti.

“Usaha ini tidak boleh redup sampai kapanpun. Yang penting kita tetap usaha dan terus mengikuti perkembangan zaman. Saya juga selalu menanamkan semangat untuk bersyukur, terus berusaha, dan berdoa,” tuturnya.

Nama Instore sendiri memiliki makna sederhana, namun personal bagi dirinya.

“In itu dari nama saya, Indar. Store artinya toko,” katanya sambil tersenyum.

Perjalanan usaha tersebut juga tidak lepas dari dukungan keluarga.

Suami, orang tua, dan saudara menjadi penyemangat terbesar dalam setiap langkah yang ia jalani.

Bahkan, di awal merintis usaha, berbagai perlengkapan toko seperti rak display dibuat sendiri oleh sang ayah.

Kini, seiring berkembangnya usaha, Instore sudah memiliki interior toko yang lebih tertata.

Saat ini, Instore berlokasi di Jalan Milono, seberang ATM BNI, Tanjung Redeb, Berau.

Indar berharap usahanya dapat terus berkembang dan semakin dikenal masyarakat luas.

“Yang penting tetap semangat. Walaupun pernah jatuh, kita harus bangkit lagi,” pungkasnya. (*/Adv)