BERAU TERKINI – Dipangkasnya Dana Desa yang bersumber dari APBN bikin Pemerintah Kampung Sukan Tengah, Kecamatan Sambaliung, pusing.

Pasalnya, pemangkasan tersebut berdampak pada banyak kegiatan pembangunan yang tersendat. Selain itu, banyak honor dan bantuan sosial tak lagi bisa diberikan.

“Karena dana dari pusat dan daerah dipangkas, maka honor untuk lembaga pendidikan (PAUD), bantuan jompo, honor imam dan lain-lain tahun ini tidak ada lagi. Begitu juga dengan pembangunan dari desa 2026, hanya menyisakan operasional pemerintah kampung,” ujar Kepala Kampung Sukan Tengah, Bunyamin, kepada berauterkini, Selasa (6/1/2026).

Bunyamin mengatakan, situasi tersebut tentu saja cukup berat bagi pemerintah kampung serta penerima manfaat. 

Bahkan, pihaknya juga telah menyosialisasikan kepada seluruh warganya, terutama penerima manfaat, dampak dari pemangkasan anggaran tersebut.

Selain itu, beberapa program yang sebelumnya direncanakan menggunakan dana kampung, seperti pemeliharaan aset kampung dan pembangunan jalan, juga terpaksa batal dikerjakan.

“Dipastikan, tidak ada pembangunan dari dana kampung. Pembangunan hanya mengharapkan dari APBD Kabupaten Berau dan Provinsi Kaltim,” jelasnya.

Ketika ditanya strategi atau solusi terkait pemangkasan tersebut, dengan melibatkan pihak ketiga yang beroperasi di sekitar Kampung Sukan Tengah, Bunyamin menyebut masih menunggu solusi dari Pemkab Berau.

Dia menyebut peran pihak ketiga sangat sulit terealisasi.

“CSR pihak ketiga tidak ada harapan, jalan saja berlubang tidak bisa diperbaiki. Bagaimana mau membantu masalah di kampung. Usulan kami saja prosesnya berbelit-belit,” terangnya.

Untuk itu, Bunyamin meminta kepada masyarakatnya untuk bersabar dan tetap semangat dalam mengabdikan diri untuk Kampung Sukan Tengah.

“Kalau pelayanan masyarakat, kami sampaikan, tetap semangat dan niatkan ibadah dulu, sambil menunggu solusi dari pemerintah daerah melalui OPD masing-masing,” pungkasnya. (*)