BERAU TERKINI – Bupati Berau Sri Juniarsih berjanji menindaklanjuti usulan dan masukan dari para lurah di Kecamatan Tanjung Redeb.

Sejumlah permasalahan diungkapkan oleh lurah se-Kecamatan Tanjung Redeb di gelaran Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) yang dilaksanakan oleh Pemkab Berau.

Diketahui Musrenbang tingkat Kecamatan Tanjung Redeb digelar di kantor Kecamatan Tanjung Redeb, pada Kamis (12/2/2026. di kantor Kecamatan Tanjung Redeb.

Masing-masing lurah menyampaikan keluhannya secara langsung kepada Bupati Berau Sri Juniarsih.

Lurah Gunung Panjang, Sabaruddin menjelaskan bahwa di beberapa titik membutuhkan drainase untuk mengatasi permasalahan banjir.

“Ada drainase di sana tapi secara fungsi tidak maksimal, ini yang harus kita pikirkan bersama. Sementara masyarakat di sana setiap hujan pasti mengalami genangan air,” ujarnya.

Penyebab banjir itu sendiri dikarenakan sedimen mengalir ke bawah hingga ke pemukiman warga.

Masalah selanjutnya yaitu sampah, seperti halnya yang menumpuk di Gang Sari Padat Karya. Untuk mengatasi langkah tersebut, ia mengusulkan untuk membuat TPS3R.

“Kalau wajah Tanjung Redeb penuh dengan sampah itu adalah momok bagi kita semua,” ungkapnya.

Sabaruddin juga mengusulkan untuk pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) di beberapa titik di Gunung Panjang karena gelapnya akses dan juga mengusulkan untuk mengadakan pelatihan UMKM.

Lurah Gayam, Purwawijoyo mengeluhkan terkait seringnya terjadi kebakaran di daerah padat penduduk di sekitar Kelurahan Gayam.

Oleh karena itu, ia mengusulkan untuk mengadakan dan memasang alat pemadam yakni hydrant atau hidran untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran.

“Selama kepemimpinan kami di Kelurahan Gayam selama 2 tahun terjadi 6 kali kebakaran,” jelasnya.

Banyak daerah rawan kebakaran yang harus menjadi perhatian ke depannya, utamanya Jalan Manunggal.

Ia menyebut jika terjadi kebakaran di wilayahnya maka dampaknya akan sangat besar, karena kebakaran akan menghanguskan SDN 003, SDN 005, SDN 006, SDN 008, hingga SDN 013.

Purwawijoyo juga mengeluhkan drainase di beberapa kawasan seperti Jalan Andika yang drainasenya tidak memadai, sehingga rumah warga sering terendam banjir jika hujan deras.

Permasalahan lain yaitu balap liar yang sering terjadi di Jalan APT Pranoto, Jalan H. Isa 1, dan jalan H. Isa 2.

Pihaknya sudah melakukan himbauan dan pendekatan terkait masalah tersebut, namun hasilnya nihil padahal wilayahnya yang dekat dengan pusat pemerintahan.

Ia mengusulkan untuk membuat marka kejut di sebagian jalan untuk mengurangi kecepatan, sehingga para pelaku balap liar tidak lagi melakukan aksinya.

“Ini kepentingan masyarakat, itu ada rasa keberatan warga 4 RT di sekitar situ yang kami terima,” ujarnya.

Masalah lain adalah banyaknya warga yang tidak tertampung ketika akan berobat ke rumah sakit untuk cuci darah.

Hal itu sangat mempengaruhi kondisi warga karena ada warga yang tidak bisa berbuat apa-apa jika tidak memakai tabung oksigen

“Hal ini menjadi renungan, saya sebagai Lurah karena mendengar impian warga masyarakat mudah-mudahan dari pemerintah ada peningkatan untuk penyediaan warga yang mengalami cuci darah,” harapnya.

Suasana Musrenbang Tingkat Kecamatan Tanjung Redeb, Berau (Adrikni/BT)
Suasana Musrenbang Tingkat Kecamatan Tanjung Redeb, Berau (Adrikni/BT)

Lurah Sungai Bedungun, Yudi Sasmita menyampaikan keluhannya terkait jalan dan jembatan di Jalan Bujangga.

Menurut laporan warga, jembatan Jalan Bujangga mengalami penurunan jalanan dan trotoar. “Mudah-mudahan nanti bisa mendapatkan perhatian,” harapnya.

Ia berharap ada aturan atau tindakan yang tegas secara konsisten untuk melarang kendaraan-kendaraan besar untuk melintasi jembatan tersebut karena sangat mengkhawatirkan bagi warga sekitar.

Kemudian permasalahan lain yaitu drainase di Jalan Gatot Subroto dan Jalan Kedaung yang sering dilaporkan warga mengeluhkan genangan air saat hujan.

Walaupun drainase sudah bagus, masih ada hal-hal yang perlu menjadi perhatian, yaitu pertama sedimentasi dan hulu sungainya yang mengecil, sehingga pembuangan semakin melambat.

“Kami berharap ada normalisasi terhadap sungai-sungai yang ada di Kelurahan Sungai Bedungun,” harapnya.

Menanggapi keluhan-keluhan tersebut, Bupati Berau, Sri Juniarsih meminta kepada OPD terkait untuk menyelesaikan masalah banjir yang dikeluhkan oleh beberapa lurah di Kecamatan Tanjung Redeb.

Ia juga menyarankan untuk mengajak anggota Mapala turun langsung ke sungai untuk membersihkan sampah, sehingga sungai bisa bersih.

“Yang paling penting ayo pelihara sungai. Bapak kalau bisa ajak anak-anak Mapala,” ujarnya.

Ia juga menganjurkan untuk menggunakan alat penyedot parit milik DPUPR Berau atau BPBD Berau untuk membersihkan lumpur di parit.

Menurut Sri Juniarsih jika semua pihak terkait bekerja sama dengan baik, maka hal-hal yang ditargetkan bisa tercapai sebagaimana mestinya.

“Bekerja sama dalam cara untuk mencapai hal-hal yang besar. Bekerja dalam tim membuat kita kuat chemistry lebih percaya diri dan selalu berdaya,” tutupnya.