INGGRIS – UEFA memutuskan untuk mencoret Crystal Palace dari kompetisi Europa League musim depan.
Klub asal Inggris yakni Crystal Palace meradang usai UEFA mencoretnya dari kompetisi Europa League.
Juara FA Cup musim lalu itu berhak untuk bermain di Europa League pada musim mendatang. Namun UEFA memutuskan untuk mencoret Crystal Palace dan memasukannya di kompetisi kasta ketiga yakni Conference League.
Alasan UEFA mencoret Crystal Palace karena klub asal Perancis yakni Olympique Lyonnais selamat dari relegasi. Sebelumnya Olympique Lyonnais dihukum relegasi karena masalah keuangan klub.
Namun Olympique Lyonnais mengajukan banding, dan banding tersebut kemudian diterima, hal ini menyebabkan Olympique Lyonnais tetap bertahan di Ligue 1 dan mendapatkan slot untuk bermain di Europa League.
Di samping itu, UEFA menilai, Olympique Lyonnais dan Crystal Palace merupakan klub yang berada dalam kepemilikan perusahaan yang sama.
Dalam aturan UEFA, jika ada dua klub yang berada dalam kepemilikan yang sama dan berlaga di kompetisi yang sama, maka hanya ada satu klub yang bisa bermain di kompetisi itu.
“Menerima Olympique Lyonnais untuk bermain di UEFA Europa League 2025/2026, dan menolak Crystal Palace untuk bermain di UEFA Europa League 2025/2026,” bunyi putusan dikutip dari laman resmi UEFA.
“Dan menerima Crystal Palace untuk bermain di UEFA Conference League 2025/2026. Para pihak bisa mengajukan banding atas putusan ini ke Court of Arbitration of Sport,” lanjutnya.
Menyikapi keputusan itu, Crystal Palace menyatakan putusan UEFA tidak adil. Crystal Palace pun berencana mengajukan banding ke Court of Arbitration of Sport (CAS) atas putusan UEFA itu.
“Crystal Palace sangat kecewa dengan putusan UEFA yang mengeluarkan kami dari Europa League,” tulis pernyataan resmi Crystal Palace.
“Sangat jelas bagi siapapun bahwa klub kami bukan bagian dari multi-club operation,” lanjutnya.
Sementara itu, Chairman Crystal Palace, Steve Parish mengatakan, putusan UEFA adalah hari yang buruk untuk olahraga. Dia mengatakan semua fans sepak bola melihat ketidakadilan dari putusan itu.
“Saya pikir ini hari buruk untuk sepak bola, saya yakin semua fans, fans yang bisa berpikir jernih bisa melihat bahwa putusan ini tidak adil,” ujar Steve Parish.
“Tidak ada satu orang pun yang ingin ini terjadi, klub yang benar-benar berhak bermain justru dikeluarkan dari kompetisi karena persoalan teknis seperti ini,” katanya.
Sebagai informasi, klub asal Liga Inggris mendapatkan jatah 9 slot untuk berlaga di kompetisi Eropa musim depan.
Yakni enam klub di Champions League seperti Liverpool, Arsenal, Manchester City, Chelsea, Newcastle United dan Tottenham Hotspur.
Kemudian dua klub di Europa League yakni Aston Villa dan Crystal Palace serta satu klub di Conference League yakni Nottingham Forest.
