BERAU TERKINI – Simak cerita Wahyudi dan Fabian, Berawal dari Ragu Hingga Jadi Badut Sulap Pertama di Berau

BERAU TERKINI – Cerita Wahyudi dan Fabian satu-satunya badut sulap yang ada di Kabupaten Berau.

Badut sulap menjadi pelengkap di saat acara ulang tahun anak-anak berlangsung.

Namun banyak yang tidak mengetahui bahwa jumlah pemain badut sulap di Berau ini minim sekali.

Untuk diketahui bahwa Wahyudi adalah badut sulap pertama dan satu-satunya di Berau, kemudian Fabian merupakan anggota yang ia bimbing untuk menjadi badut sulap.

Wahyudi mengatakan bahwa awal ia terpikir mengambil profesi ini adalah karena melihat peluang badut sulap untuk hiburan anak-anak ini besar dikarenakan hampir tiap hari ada yang merayakan ulang tahun.

Ia memulai profesinya itu di awal tahun 2018.

“Kenapa kami terjun berprofesi sebagai badut itu karena menguntungkan dan menyenangkan gitu sebenarnya,” ungkapnya.

Menurutnya, sebagian orang masih menganggap hiburan badut sulap itu membosankan, namun pada kenyataannya tidak begitu.

Ia juga mengatakan badut sulap di Berau ini belum terlalu dikenal luas oleh masyarakat.

“Satu-satunya, nah sebenarnya di Berau sendiri ini belum terlalu dikenal,” jelasnya.

Badut sulap ini ada dengan tujuan untuk menghibur anak-anak yang sedang merayakan ulang tahunnya.

“Karena kita lebih senang melihat melihat anak-anak itu terhibur, kita juga sudah merasa sangat senang,” ujarnya.

Dirinya sendiri sudah pernah mengisi di beberapa kota seperti, Balikpapan, Samarinda, Bontang, Sangatta, Tarakan hingga di luar kalimantan seperti Manado dan Ambon.

“Kalau untuk di Berau ini masih ngambil seputaran kota aja, Teluk, Rinding ya walaupun sebenarnya kalau ada di luar tetap kita ambil kan kita usahakan,” jelasnya.

Ia mengatakan bahwa pada tahun 2016 rekannya sudah pernah menawarinya menjadi badut sulap.

Karena masih ragu, ia baru benar-benar terjun menjadi badut sulap pada 2018.

“Melihat peluangnya bagus sudah lah, sambil menjalankan hobi kan, karena kalau event sulap itu hanya menunggu kalau job-job sulap panggung itu hanya menunggu acara-acara besar,” katanya.

Badut sulap ini bisa ada peminatnya setiap satu minggu hingga 4 kali, berbeda dengan sulap biasa yang menunggu acara besar jika ada pekerjaan.

“Jadi kalau Badut ini Badut Sulap ini bisa dibilang tiap hari kita bisa menyalurkan hobi,” ungkapnya.

Aliran permainan sulap yang sering dimainkan ya berupa klasik, seperti memunculkan tongkat, memunculkan burung atau kelinci.

“Segala berbentuk permainan sulap klasik yang bisa ditonton banyak orang lah yang kita main-main itu,” katanya.

Dalam sekali bermain, ia bisa menghabiskan waktu hingga 3 jam dengan semua persiapan.

Ia menghabiskan waktu paling lama untuk menyiapkan properti badut sulap, untuk durasi bermainnya hanya sekitar 1 jam saja.

Pendapatan yang ia terima bervariasi tergantung kesepakatan dengan permintaan.

Namun harga dibanderol mulai dari Rp 800 ribu sampai Rp 1,5 juta rupiah sekali main.

Itu semua bergantung pada permintaan, ada yang badut sulap full trick dan juga ada tambahan properti hewan.

Dalam menjalani profesi ini, ia merasa senang karena hobi bisa tersalurkan, melatih mental, dan membuat orang terhibur.

“Kita melihat orang terhibur juga kita sudah merasa senang,” singkatnya.

Titik susahnya ketika akan mempersiapkan properti sulap, banyak anak-anak yang terus merecoki karena keingintahuan mereka.

“Ada barang yang harus kita mainkan malah ketinggalan, itu susah,” katanya.

Ketika sedang di atas panggung dan melakukan kesalahan, mereka tidak mengambil pusing soal hal itu.

“Kita ini badut sulap ini kan komedi mau itu salah mau itu betul, ya ibaratnya, sama aja semua karena kan memang buat ngelucu,” ujarnya.

Ia mengatakan badut sulap ini kebanyakan disepelekan dan ditertawakan oleh orang-orang.

“alau untuk anak-anak generasi sekarang kayaknya, susah untuk terjun disitu mungkin karena udah makeup gitu aja mungkin mereka sudah malu sudah dengar kata badut itu,” jelansya.

Setiap tahun, pihaknya terus belajar untuk mencari ide baru terkait badut sulap ini, sehingga tidak terus menerus memainkan permainan yang sama.

Ia berharap ke depannya badut sulap lebih dikenal lagi, mereka juga bisa terus belajar dan memperbaiki diri jika ada kekurangan.

“Ke depannya lebih dikenal lagi lebih akur rencananya sih gitu pengen lebih fokus di situ lagi lebih mengembangkan lagi belajar lagi,” harapnya.

Badut sulap lain, Fabian mengatakan jika ia yang membantu ketika Wahyudi mempunyai kesibukan lain.

Ia baru terjun ke dunia badut sulap pada bulan Juni lalu. Meskipun begitu, ia sudah mempersiapkan segalanya terkait badut sulap sejak awal tahun 2025.

“Daripada nanti klien atau customernya hilang kan gitu kan jadi saya coba terjun bantu gitu membantu mengisi kekurangan itu gitu,” ujarnya.

Ia juga menganggap bahwa badut sulap memiliki peluang luas, utamanya untuk di kota besar seperti Samarinda dan Balikpapan.

“Itu luar biasa itu mungkin teman-teman yang ngisi di sana itu bisa hampir tiap minggu itu ada tiap hari bahkan sehari dua kali,” ungkapnya.

Ia mengatakan menjadi badut sulap ini bisa membuat dirinya belajar untuk bagaimana membuat anak-anak tertarik dengan badut sulap.

Awalnya ia sempat meragukan profesi ini juga, sebelum akhirnya melihat peluang yang luas.

“Awalnya ragu-ragu sih, sempat dulu ngisi pake baju biasa cuma kurang itu rasanya, jadi coba di badut gitu kan dan itu lebih dekat sama anak-anak jadinya,” jelasnya.

Menurutnya, sulap di depan orang dewasa dan di depan anak-anak itu berbeda.

“Kalau sulap orang dewasa kita main apa aja masuk akal, cuman kalau anak-anak kita harus milih gimana biar mereka ngelihatnya wah gitu kan,” katanya.

Ia harus memutar otak agar bagaimana anak-anak bisa tertarik dengan permainan sulap ini.

Ia mengatakan bahwa untuk membangun chemistry dengan anak-anak itu diawali dengan bermainan gelembung.

Anak-anak akan mengantri untuk masuk ke dalam gelembung dan berfoto di dalamnya.

“Jadi kita seru-seruan dulu bangun dulu semangat anak-anak jadi kita dengarin musik sampai mengajak anak-anak berdiri sampai menari atau nyanyi dan joget setelah itu kita main sulap seperti biasa,”jelasnya.

Ia mengatakan menjadi badut sulap ini cukup melelahkan, tetapi itu yang membuat dirinya senang.

Kendala menjadi badut sulap menurutnya terletak pada transportasi dan jarak menuju lokasi jika jaraknya berjauhan.

“Cuma kalau dari properti itu mungkin ya, tadi ada yang terlupa untuk dibawa kalau misalkan pas penunjukan gitu,” katanya.

Ia mengatakan badut sulap ini bisa membuat kesan yang baik untuk anak-anak, sehingga ada kesan tersendiri baginya.

“Lebih memorable atau lebih banyak diingatkan sama anak-anak kita misalnya di acara itu ada sesuatu yang membuat mereka teringat-ingat, jadinya kasih kesan ada kesan tersendiri, tutupnya.