BERAU TERKINI – Berawal dari kuliah di jurusan seni kuliner sekaligus hobi membuat kue, Novita Safitri berhasil bangun usaha Opi Cake.
Nama Opi Cake berasal dari namanya sendiri, usaha ini telah dirintis oleh Novita Safitri sejak 2019.
Awal membuat usaha ini, dirinya menjajakan usahanya lewat media sosial Instagram dan Facebook yang kemudian berkembang.
Hingga 2020, ia membuka toko sendiri yang beralamat di Jalan Manggarai, Karang Ambun, Tanjung Redeb, Berau.
Sebagai seorang lulusan seni kuliner, Novita Safitri membulatkan tekad membuat usaha yang bergerak di bidang kuliner.

Selain itu, ia juga mengaku memasak dan membuat kue adalah hobinya sehingga ia mengembangkan hobinya tersebut.
“Biar hobinya tetap dijalani karena kan salah satu hobi juga kan, karena juga sesuai jurusan waktu kuliah, seni kuliner,” ungkapnya kepada Berauterkini.co.id, Senin (26/1/2026).
Awal membuka usaha ini, ia hanya mengeluarkan modal Rp 100 ribu, di mana saat itu kue yang ia buat hanya donat dan roti unyil.
Saat ini, ia bisa mengeluarkan modal hingga Rp 3 juta sebulan dengan pendapatan bersih Rp 4 juta sebulan.
Untuk saat ini, harga kue yang paling murah yaitu seharga Rp 30 ribu dan yang paling mahal ia pernah menerima permintaan dari pembeli untuk membuat kue pernikahan dengan harga Rp 1,5 juta.
Varian paling banyak peminat pada tokonya ini adalah brownies keju karamel, brownies ketan hitam, dan bolu susu.
Produk Opi Cake bisa tahan di suhu ruang hingga 3 hari untuk jenis bolu susu dan 1 hari untuk brownies ketan hitam.
Dia menjelaskan produk Opi Cake bebas bahan pengawet. “Alhamdulillah enggak pake pengawet,” katanya.

Berdasarkan peminatnya, Opi Cake ini memiliki ciri khas yang ramah di kantong anak sekolah, karena harganya yang juga terjangkau
“Bento segini harga Rp 35 ribu sampai Rp 45 ribu mereka enak nyaman belinya, nah itu sih yang mereka suka di sini juga,” ujarnya.
Dalam sehari, ia bisa memproduksi 6 loyang bolu susu, kue bento ulang tahun sebanyak 6 porsi, dan jenis kue yang lain hingga 10 porsi.
“Enggak banyak karena kan sendiri jadi kita menyesuaikan tenaga juga,” ungkapnya.
Untuk saat ini, ia mengerjakan semuanya sendirian dikarenakan belum memiliki karyawan.
Ia mengatakan sudah memiliki rencana untuk mencari karyawan untuk kebutuhan produksi selama bulan puasa.
Hal itu dikarenakan saat bulan puasa ia menambah produksi kue kering dan juga hampers untuk kebutuhan hari raya karena banyaknya peminat kue kering dan hampers.
Ia mengatakan senangnya menjalani usaha ini adalah karena bisa terus dekat dengan anak-anak, sehingga pengawasan pun tidak perlu dikhawatirkan karena tokonya yang menyatu dengan tempat tinggal.
“Susahnya itu kalau lagi keteteran orang banyak order produksi baru anaknya pada Ini kan lagi aktifnya nah disitu,” katanya.
Banyak harapan yang ia buat untuk usaha ini ke depannya, mempunyai toko yang lebih besar, semakin banyak peminatnya, dan bisa mempunyai karyawan sendiri.
“Semoga Opi Cake tokonya lebih besar, banyak peminatnya, banyak bertambah karyawan terus selalu positif,” harapnya.
