TANJUNG REDEB – Coffee shop di Berau semakin bertambah, salah satunya Fourmo yang didirikan oleh Teguh Nirwantoro.

Sebuah coffee shop baru hadir di Tanjung Redeb, kedai kopi yang berada di Jalan H Isa II selalu ramai pengunjung.

Owner Fourmo, Teguh Nirwantoro mengungkapkan konsep Fourmo. Dia mengaku ingin membuat coffee shop yang kesannya terlalu kopi banget.

Namun, bukan berarti meninggalkan kopi, tetapi dia ingin membuat tempat yang punya gaya hidup dan karakter sendiri.

Kalau dilihat sekilas, bangunan Fourmo terasa homie dan minimalis. Tetapi ketika masuk ke dalam, ada suasana yang berbeda, terlihat ada sentuhan street, sampai art, yang saling bercampur tetapi tetap menyatu.

Fourmo, coffee shop baru di Berau (Ist)
Fourmo, coffee shop baru di Berau (Ist)

“Konsepnya memang gabungan dari banyak referensi, tapi jadinya punya identitas sendiri. Itu yang bikin susah ditiru,” jelas Teguh.

Soal nama, Teguh Nirwantoro menjelaskan, nama Fourmo dipilih karena alasan personal. Dia mengatakan Fourmo berasal dari kata Four Month yang berarti bulan keempat. Alasannya sederhana, kedua anaknya lahir di bulan April.

“Sesederhana itu sebenarnya, tapi maknanya dalam buat kami,” kata Teguh sambil tersenyum.

Menurut Teguh Nirwantoro, inspirasi Fourmo berasal dari berbagai coffee shop. Mulai dari Blue Doors, Kurasu di Jakarta Selatan, 32do di Bali, Brookland di Jakarta, sampai Brooklyn Kitahama, Jepang.

Proses membangun Fourmo juga tidak sebentar. Sebelumnya, Teguh sudah bermain di kopi saring. Tapi semakin ke sini, rasa penasarannya soal dunia kopi makin besar.

“Kalau cuma kopi saring, ada hal-hal yang nggak bisa dieksplor. Nah, Fourmo ini jadi ruang buat saya bereksperimen lebih jauh, dari green bean sampai cara ngolahnya,” cerita Teguh

Keseriusannya terbukti. Ia sampai ikut sekolah kopi di Jakarta, bahkan mengundang trainer khusus buat melatih tim barista di Fourmo.

“Jadi nggak cuma modal beli mesin dan belajar sendiri, tapi benar-benar niat biar hasilnya maksimal,” jelasnya.

Fourmo, coffee shop baru di Berau (Ist)
Fourmo, coffee shop baru di Berau (Ist)

Soal minuman, Fourmo menggunakan specialty beans. Espresso based mereka punya tiga karakter yaitu klasik, fruity dan house blend untuk kopi susu. “Jadi tiap orang bisa nemuin rasa yang beda sesuai selera,” tuturnya.

Kalau makanan, ada menu andalan hamburg rice. Biasanya hamburg disajikan dengan roti, tapi di Fourmo menggunakan nasi dan saus buatan sendiri.

Selain itu, ada juga slider atau mini burger yang disajikan dua atau tiga sekaligus. Nama-namanya memang sengaja dibikin beda biar lebih berkesan.

Tantangan yang dihadapi Teguh adalah memperkenalkan menu-menu yang belum familiar di telinga pengunjung. Tapi justru di situlah serunya.

“Kita pengen ada interaksi sama pengunjung. Jadi bukan cuma datang, beli, bayar, terus pulang. Kita ngobrol, kita jelasin, mereka belajar sesuatu,” katanya.

Ke depan, Teguh juga ingin menghadirkan kopi lokal di Fourmo karena melihat peminat kopi yang semakin banyak.

“Peluang ada cuman tinggal cari partner yang pas buat kembangin bareng-bareng,” ucapnya.

“Fourmo bukan sekedar tren. Kalau orang lain mau niru, mungkin bisa dari tampilan luarnya. Tapi pola pikir, ide, dan experience yang kita kasih, itu yang nggak bisa ditiru,” tutupnya. (*)