BERAU TERKINI – Berikut ini cerita Suheri dan Ahmad pedagang perabotan rumah tangga keliling di Tanjung Redeb, Berau yang memilih tetap bertahan di tengah sengitnya persaingan usaha.

Toko perabotan dengan harga miring banyak bermunculan di Tanjung Redeb, Berau. Harga yang ditawarkan pun menarik dengan rata-rata Rp 35 ribu.

Di tengah maraknya toko perabotan dengan harga murah, tetapi masih ada pedagang perabotan keliling yang bertahan.

Adalah Suheri, pedagang perabotan keliling yang masih bertahan menjajakan jualannya di jalan-jalan di Tanjung Redeb, Berau.

Dalam sehari, biasanya Suheri berkeliling ke Jalan Dr. Murjani, Jalan Diponegoro, hingga terkadang ke Tepian Teratai, Tanjung Redeb, Berau.

Suheri, Pedagang perabotan rumah tangga keliling di Tanjung Redeb, Berau (Adrikni/BT)
Suheri, Pedagang perabotan rumah tangga keliling di Tanjung Redeb, Berau (Adrikni/BT)

Suheri menyebut bahwa penjualan sangat menurun dikarenakan peminatnya yang semakin berkurang.

Adanya barang perabotan yang dijual murah membuat pedagang keliling semakin menipis pendapatannya.

Di sisi lain, dirinya juga tidak bisa menjual dengan harga yang sama dikarenakan ada sebagian barang yang mengambil dari Samarinda, sehingga berpengaruh pada harga yang ia jual.

“Sangat pengaruh. Semenjak itu ya peminatnya ya kurang juga,” ungkapnya kepada Berauterkini.co.id, Kamis (22/1/2026).

Sebelumnya, dalam sehari, ia bisa mendapatkan hingga Rp 500 ribu. Sekarang, ia hanya bisa meraup Rp 100 ribu dan itu merupakan penghasilan kotor.

“Saya enggak jelas itu bisa ditentukan lah tapi memang bedanya jauh, jauh dari yang sebelumnya,” ujarnya.

Suheri bilang, saat ini pedagang perabotan keliling hanya ada 3 orang saja dikarenakan banyak yang tidak sanggup menjalani pekerjaan ini.

“Kalau dulu banyak, sekarang pada lari semua enggak tahan juga susah kan ini,” jelasnya.

Ia mengatakan waktu-waktu larisnya barang dagangan ketika sedang mendekati hari besar keagamaan, jika di waktu sekarang ini, penjualan cenderung biasa saja.

Meskipun begitu, ia tetap menjalani usaha ini karena ia optimis dagangannya bisa selalu ada yang membeli.

“Sedikit banyak pasti ada kita namanya usaha kan,” singkatnya.

Ahmad, Pedagang perabotan rumah tangga keliling di Tanjung Redeb, Berau (Adrikni/BT)
Ahmad, Pedagang perabotan rumah tangga keliling di Tanjung Redeb, Berau (Adrikni/BT)

Senada dengan Suheri, pedagang lain, Ahmad juga mengatakan peminatnya menurun karena banyaknya persaingan.

“Menurunlah banyak pesaingnya,” katanya.

Meskipun begitu, pembeli tetap ada saja sehingga pendapatannya dalam sehari terkadang bisa menyentuh Rp 700 ribu, tetapi angka tersebut bukan hasil penjualan setiap hari karena penghasilan yang tidak menentu.

“Ya ada aja, cuma kan enggak kayak dulu kan. Ya mungkin ya 30 persenan, 50 persen ya pasti ada aja,” ujarnya.

Ia mengatakan barang yang paling banyak peminatnya adalah sapu dan pel.

Ia menjual barang dagangan hanya di sekitaran Jalan Pulau Panjang saja dan sekarang pun hanya tersisa 3 orang yang tersebar di Jalan Murjani dan Tepian Teratai

“Di sekitar sini-sini aja. Sekarang tinggal bertiga aja se-Tanjung,” tutupnya.