BERAU TERKINI – Berawal dari hobi dan kejelian melihat peluang, Suharni sukses menyulap dapur rumahnya menjadi bisnis kuliner yang menjanjikan.
Melalui label “Dapoer Arnie” yang dirintis sejak 2018, ia kini menjadi salah satu produsen kue premium yang diperhitungkan di Kabupaten Berau.
Rumah produksi yang berlokasi di Gang Nyiur Gading, Jalan Durian 3, Tanjung Redeb, kini mampu memproduksi hingga 50 varian kue, mulai dari bolu, kue kering, hingga lapis legit premium.
“Hobi dan kebutuhan juga, kan saya melihat peluang di Berau ini lumayan. Jadi memang sudah dari dulu juga jualan kue di Berau saya coba, Alhamdulillah peluangnya besar. Alhamdulillah sampai sekarang,” ungkap Suharni saat ditemui, Sabtu (10/1/2026).
Perjalanan Dapoer Arnie adalah potret nyata perjuangan dari nol. Suharni mengawali usahanya hanya dengan modal 10 butir telur.
Kala itu, ia masih menggunakan oven tangkring manual. Namun kini, seiring berkembangnya usaha, ia sudah mampu menggunakan oven modern seharga Rp16 juta dan menghabiskan satu ikat telur setiap harinya.
Suharni mengaku sangat menjaga kemandirian finansial usahanya.
Ia memilih berkembang secara organik tanpa terburu-buru melakukan pinjaman modal.
“Jadi memang proses terlihat lambat karena saya memang benar-benar menikmati proses itu, tidak ingin yang buru-buru ambil pinjaman sana-sini. Ini memang benar-benar proses yang lambat menurut orang lain, tapi menurut saya itu sudah Alhamdulillah,” jelasnya.
Bahkan, di masa awal, ia harus memutar modal dengan sangat ketat.
Hasil dari satu pesanan yang dikirim langsung ia belanjakan kembali untuk membeli bahan kue berikutnya.
Kegigihan belajar secara otodidak ini pun membuahkan hasil, di mana hingga kini ia telah memiliki tiga orang karyawan.
Salah satu keunggulan Dapoer Arnie terletak pada kualitas bahan dan teknik pembuatan.
Suharni menjamin semua produknya bebas bahan pengawet. Roti dan kue buatannya hanya bertahan tiga hari di suhu ruang.
Menariknya, ia berhasil menciptakan resep yang menjaga tekstur tetap lembut meski disimpan di dalam lemari es.
“Punya kita tetap langsung bisa dimakan tetap enak, lembut, tidak mempengaruhi tekstur, itu tadi kelebihannya di sini,” ujarnya.
Untuk varian tertentu, seperti bolen, ia menggunakan full butter tanpa margarin biasa untuk menciptakan aroma dan rasa yang khas.
Bahkan, ia memiliki menu spesial berupa lapis legit yang dibuat tanpa tepung sama sekali.
“Jadi memang benar-benar kita usahakan yang dijual itu yang diterima sama customer premium. Insya Allah mengusahakan untuk itu,” tambah Suharni.
Produk Dapoer Arnie kini telah merambah pasar di luar Berau.
Peminat paling banyak datang dari kategori cake potong, bolen, dan kue kering.
Untuk harga, Suharni mematok mulai dari Rp35 ribu hingga lapis legit premium seharga Rp400-900 ribu per loyang, tergantung kerumitan dan bahan.
Pada momen Lebaran tahun lalu, produktivitasnya meningkat tajam dengan mencatatkan penjualan 800 toples kue kering.
Meski begitu, ia tak menampik adanya tantangan dalam berbisnis, mulai dari masa-masa sepi hingga urusan manajemen SDM.
“Ada kan masa-masa sepi juga, namanya usaha ya enggak selalu ramai. Suka dukanya saat down gitu,” katanya.
Kendala lain sering muncul jika karyawan berhenti tiba-tiba di saat pesanan sedang banyak yang berdampak pada manajemen bahan baku.
Ke depan, Suharni berharap usahanya bisa terus bertumbuh dan memberi dampak sosial bagi lingkungan sekitar.
“Harapan saya bisa berkembang, berhasil, bermanfaat bagi keluarga terutama, dan membuka peluang bagi orang lain,” tutupnya. (*)
