BERAU TERKINI – Rencana Dinas Pendidikan Kabupaten Berau membangun gedung SDN 001 Biatan Ilir, Kecamatan Biatan, tahun ini ternyata menyimpan cerita pilu.
Sebelumnya, proses belajar mengajar para siswa SDN 001 Biatan Ilir sempat memprihatinkan karena harus menumpang di bawah kolong rumah warga.
Teknik Tata Bangunan dan Perumahan Ahli Muda Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Berau, Pandu Wirakarya, menyebutkan, area kolong rumah yang selama ini digunakan untuk belajar tersebut kini telah dibeli oleh kepala sekolah setempat demi menjaga keberlangsungan pendidikan para siswa.
Meskipun kebutuhan akan Ruang Kelas Baru (RKB) sudah sangat mendesak, proses pembangunannya selama ini terus membentur tembok penghalang berupa sengketa batas wilayah antara Biatan Ilir dengan Kabupaten Kutai Timur, khususnya klaim dari masyarakat Adat Melawai.

Hal ini membuat pemerintah daerah harus ekstra hati-hati dalam melangkah agar aset negara yang dibangun tidak menjadi objek konflik di kemudian hari.
Pandu menjelaskan, upaya pembangunan sebenarnya telah dimulai sejak 2022.
Namun, saat itu, pembangunan terpaksa dihentikan karena adanya komplain dari pihak Adat Melawai terkait lokasi lahan yang diusulkan.
“Itu pertama tahun 2022 di lahan yang pertama diusulkan. Begitu lahan pertama diusulkan mau dibangun, itu tadi bermasalah,” ungkap Pandu kepada Berauterkini, Jumat (6/3/2026).
Kegagalan serupa kembali terulang pada 2023. Meski awalnya hasil penyelidikan menunjukkan lahan cadangan dalam kondisi aman, klaim sepihak dari adat kembali muncul saat proses pembangunan mulai berjalan.
Masalah ini sempat melibatkan pihak kejaksaan, babinsa, kecamatan, hingga internal Dinas Pendidikan untuk mencari jalan keluar.
“Namun, demi menghindari eskalasi konflik yang tidak diinginkan, kontrak kerja pembangunan saat itu terpaksa diputus,” ujarnya.
Kini, pada 2025, lokasi pembangunan kembali digeser ke lahan berbeda yang diharapkan benar-benar bebas dari sengketa. (*)
