TANJUNG REDEB – Kebakaran melanda bangunan gudang pusat laundry di Jalan Gunung Panjang, Tanjung Redeb, pemilik usaha mengaku mengalami kerugian besar.
Pemilik usaha laundry itu bernama Gusti, dia hanya bisa pasrah melihat api menghanguskan tempat usahanya
Dia mengaku, mendapatkan informasi usaha laundrynya terbakar, saat berada di Jalan Manunggal. Diketahui, usaha laundry tersebut belum lama dibuka di kawasan itu.
“Saya ada di Manunggal saat kejadian. Setelah dapat kabar, langsung ke sini,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, saat malam hari tidak ada aktivitas laundry. Selain itu, ketika malam hari semua pintu ditutup, dan tak ada siapapun di dalam bangunan.
“Hanya ada satu orang, itu pun berjualan kebab di depan bangunan,” katanya.
Dalam peristiwa itu, Gusti sempat memiliki perasaan yang tidak enak. Sebab, sebelum menutup bangunan laundry, dirinya mencium bau seperti barang terbakar di dalam ruangan.
Namun, setelah mencari kesana kemari mencari tak menemukan sumber bau.

Dirinya, pun memutuskan untuk meninggal tempat loundry tersebut dengan mematikan MCB (Miniature Circuit Breaker) atau alat yang berfungsi mengaktifkan atau mematikan arus listrik di bangunan itu.
“Jadi sebelum ditinggalkan, saya pastikan listrik di dalam tidak ada yang menyala. Makanya saya matikan MCB sebelum ruangan ditinggalkan,” paparnya.
Upaya pencegahan saja ternyata tidak cukup. Dari informasi yang dia dapat, sumber api berasal dari atas bangunan dan mulai menjalar ke ruangan lain.
Kebakaran itu membuat dirinya harus menanggung kerugian cukup besar. Sebab semua barang yang ada di dalam laundry tersebut hangus.
Tak sampai di sana, Gusti menyebut, puluhan unit mesin cuci dan pengering juga ikut ludes terbakar.
“Mungkin ada sekira 60 unit mesin. Seperti mesin cuci, pengering hingga setrika. Semua terbakar. Termasuk baju pelanggan juga semua terbakar,” paparnya.
Namun, dia juga memastikan terkait baju pelanggan yang ikut terbakar akan diganti. “Itu kami akan bertanggungjawab,” ucapnya.
