BERAU TERKINI – Zarimaku Food awalnya memproduksi kue yang rendah gula agar aman dikonsumsi anak-anak, tapi kini menjadi bisnis kue yang menjanjikan.

Keinginan menyediakan kue yang aman dikonsumsi anak-anak menjadi awal lahirnya Zarimaku Food.

Maradina Kurniawati, pemilik usaha ini bercerita, awalnya hanya ingin membuat cheesecake dengan kadar rendah gula untuk buah hatinya.

Tapi tak disangka, kue tersebut juga disukai teman-temannya hingga akhirnya diminta untuk dijual.

“Saya belajar bikin cheesecake supaya anak-anak bisa makan kue yang manisnya tidak berlebihan, dan hanya bermodalkan YouTube serta TikTok. Saya coba kirim ke teman-teman, ternyata mereka suka dan minta dijual,” tutur Maradina Kurniawati.

Owner Zarimakufood, Maradina Kurniawati. (Ist)
Owner Zarimaku food, Maradina Kurniawati. (Ist)

Kini, Zarimaku Food dikenal dengan aneka cheesecake dan risol. Untuk risol, tersedia tiga varian isi smoked beef mayo, chicken ragout creamy, dan beef bulgogi.

Sedangkan untuk kue, ada Japanese cheesecake dengan berbagai topping, Ogura cake dengan rasa original, cokelat, matcha, hingga red velvet, juga New York cheesecake dan burnt cheesecake.

Harga yang ditawarkan bervariasi. Untuk online, kue dijual mulai Rp45 ribu hingga Rp400 ribu per loyang sesuai dekorasi dan tingkat kesulitannya.

Sementara di Car Free Day (CFD) Tanjung Redeb, Berau, kue dijual per slice dengan harga Rp35 ribu hingga Rp48 ribu.

Dalam sehari di acara CFD, Zarimaku Food bisa menjual hingga 60 slice kue, sementara produksi di rumah rata-rata 6–7 loyang.

Sebelum beralih ke kuliner, Maradina sempat menjalankan bisnis parfum sejak 2020 hingga 2022. Setelah berhenti karena kehamilan, ia dan suami mulai menjajaki usaha makanan, mulai dari pempek, risol, hingga akhirnya serius dengan aneka kue.

“Saya memang dari kecil sudah terbiasa jualan, dulu pernah jualan gorengan sampai cemilan ke sekolah dan kantor tempat ayah saya bekerja,” kenangnya.

Jajajan produksi Stand Zarimaku Food (Ist)
Jajanan dan kue produksi Zarimaku Food (Ist)

Kini Zarimaku Food masih dikelola berdua dengan suami dari dapur rumah. Menariknya, sejak hamil pada 2025, Maradina mengajarkan suaminya untuk baking. Kini sang suami sudah mahir membuat kue, sementara ia fokus pada dekorasi.

“Agak sulit mempromosikannya dulu karena saya bukan orang asli Berau, jadi lingkaran pertemanannya terbatas. Pernah coba endorse parfum ke selebgram lokal, tapi kalau untuk kue belum pernah,” ujarnya.

Ke depan, ia berencana membuka toko karena rumahnya sudah berbentuk ruko di pinggir jalan.

“Tapi saya pengen lebih banyak belajar dulu supaya benar-benar siap. Kalau buka toko, pasti menunya juga harus lebih banyak,” ungkapnya.

Ia berharap Zarimaku Food bisa terus bertahan dan menjadi inspirasi bagi UMKM lainnya.

“ Setiap ada yang beli dagangan saya, saya selalu berdoa dan benar-benar mengharapkan keberhasilan untuk para customer baik saya, yang selalu dukung saya. Semoga UMKM-UMKM di Berau tetap bertahan, tetap semangat jualannya,” tutupnya.(*)