BERAU TERKINI – Pengalaman pahit dari tindakan rasisme suporter pernah juga dialami striker Real Madrid Kylian Mbappe.

Tindakan rasis ini banyak diungkap pemain setelah penyerang sayap Barcelona Lamine Yamal diberi tindakan rasis oleh pendukung Spanyol.

Mental Kylian Mbappe pernah tergucang saat turun membela negaranya Prancis di EURO 2021 saat melawan Swiss.

Saat itu dia gagal mengeksekusi penalti dan mendapat sorakan keras dari kursi penonton saat itu.

Dari laporan Marca, Kylian Mbappe pernah diteriaki ‘Monyet’ oleh para pendukung Prancis.

Saat peristiwa itu dia baru berusia 19 tahun.

Usia yang sangat muda dalam melalui karir profesional di tim nasional.

“Banyak orang yang menyebut saya monyet dan menghina saya,” kata Kylian Mbappe.

Selebrasi Striker Prancis Kylian Mbappe. (fff.fr)
Momen Kylian Mbappe menjebol gawang Brasil. (fff.fr)

Peristiwa yang membuat dia bertanya dalam hati.

“Apakah ini orang yang saya perjuangkan di lapangan,” sebutnya.

Pasca peristiwa itu, Kylian Mbappe mengalami tekanan mental luar biasa.

Bahkan Kylian Mbappe tak menikmati libur panjang saat jeda musim di Liga Prancis.

Kylian Mbappe pun sempat memutuskan untuk berhenti dalam skuad Timnas Prancis.

Namun dia kembali bergairah setelah ketua federasi sepakbola Prancis memberikan sambutan hangat dan memberikannya kepastian karir sepakbola profesional.

“Saya seperti mumi, orang mati yang berjalan,” ucap dia.

Situasi yang menurut dia tak bisa diberikan kepada para pemain.

Selain karena larangan rasisme, Kylian Mbappe menyebut para pendukung seperti lupa para prestasi pemain yang mengangkat piala dunia 2018 silam.

Saat itu, Prancis mengangkat piala bergengsi dunia internasional.

“Kami diarak seperti pahlawan nasional saat itu,” ucap Kylian Mbappe.