BERAU TERKINI – Berikut ini kisah Cantika Virgores, merintis usaha Cafe Chinggu dengan nuansa Korea di Berau.
Di tengah kota yang dikenal sebagai penghasil tambang, siapa sangka akan muncul sebuah kafe mungil yang manis dan penuh cita rasa Korea? Terletak di sudut tenang Berau, Cafe Chinggu kini menjadi destinasi kuliner baru yang tengah naik daun, terutama di kalangan wanita muda dan pecinta budaya Korea.
Bermula dari hobi sang pemilik, Cantika Virgores yang sejak lama gemar membuat aneka kue manis seperti tiramisu, cheese cake, cinnamon rolls, cheesecuit, hingga Korean strawberry short cake. Kafe ini lahir bukan dari kemewahan, melainkan dari kerja keras dan ketekunan.
“Sebenarnya mimpi punya kafe ini sudah dari dulu, tapi saya memutuskan untuk mengumpulkan modal terlebih dahulu,” ujar Cantika saat ditemui pada Kamis (18/9/2025).
Sebelumnya, wanita muda ini bekerja di sebuah perusahaan tambang di Berau, menyisihkan penghasilannya sedikit demi sedikit untuk mewujudkan mimpi besarnya itu.

Barulah pada awal April 2025, impian tersebut benar-benar terwujud. Dengan dana hasil kerja kerasnya, Cantika membangun Caffe Chinggu, nama yang diambil dari kata “chinggu” yang berarti “teman” dalam bahasa Korea.
“Harapannya, tempat ini bisa jadi tempat yang nyaman untuk semua orang, kayak sahabat sendiri. Bisa ngobrol santai sambil makan enak,” tambahnya.
Interior Lucu dan Cita Rasa Manis yang Bikin Kembali Lagi
Begitu melangkahkan kaki ke dalam Caffe Chinggu, pengunjung akan langsung disambut dengan interior yang Instagramable, dinding pastel, dekorasi minimalis ala drama Korea, lampu-lampu gantung yang temaram, dan alunan musik K-Pop, mulai dari Twice, Black Pink, Seventeen, hingga lagu-lagu dari BTS, boyband favorit Cantika.
Tidak heran, pengunjung yang datang kebanyakan adalah wanita muda, termasuk para pencinta K-Drama dan K-Pop.

Cafe Chinggu tidak hanya menjual tampilan, tapi juga rasa. Menu andalan mereka, Korean Strawberry Short Cake, menjadi favorit banyak orang karena tampilan cantik dan rasa yang lembut dan manisnya pas. Selain itu, ada juga tiramisu klasik dan cheese cake creamy yang lumer di mulut.
“Hingga saat ini pengunjung paling banyak beli Korean Strawberry Short Cake ya, karena bentuknya cantik, rasanya juga enak dan bisa buat cake merayakan ulang tahun juga,” imbuhnya.
Menariknya, sebelum membuka kafe, Cantika lebih dulu berjualan nasi bakar secara online. Menu andalannya adalah nasi bakar sambal tuna dan nasi bakar ayam pedas, yang kini juga tersedia di kafenya.
“Saya dulu jualan nasi bakar sambil kerja, jadi sambil bangun modal juga. Sekarang menunya tetap saya pertahankan karena banyak yang suka,” ujarnya.

Siapa sangka, nasi bakar yang dulunya dikemas sederhana, kini hadir dalam versi lebih menarik namun tetap mempertahankan cita rasa autentiknya. Perpaduan ini menjadikan Cafe Chinggu tak hanya disukai penyuka dessert, tapi juga oleh mereka yang mencari makanan berat.
“Nasi bakarnya laku banget juga, banyak pengunjung yang beli, dan yang pesan lewat gofood atau grabfood juga banyak, onlinenya kenceng,” kata dia.
Tak hanya makanan, Cafe Chinggu juga menyajikan berbagai minuman unik yang tak kalah menarik. Sebut saja Lotus Biscoff Creamy Latte, Cocoa Strawberry Einspanner, hingga Pistachio Matcha Latte yang tengah jadi perbincangan.
Ada juga Rosella Tea untuk yang suka minuman herbal dan segar, serta varian lainnya seperti Thai Tea, Lemon Tea, dan Blue Cloud, minuman berwarna biru yang cantik untuk difoto dan menyegarkan di lidah.

Untuk ke depannya, Cantika punya banyak rencana besar. Ia berencana menambahkan menu khas Korea lainnya seperti Gimbap dan hidangan ringan khas Negeri Ginseng.
“Saya memang suka banget sama Korea, dari musik, makanan, sampai drama. Jadi saya ingin menghadirkan sedikit suasana Korea di Berau, dan membaginya ke pengunjung,” tuturnya.
Meski baru beberapa bulan berjalan, Cafe Chinggu sudah mencuri perhatian banyak orang. Cantika menyebutkan bahwa saat ini pengunjung yang datang bisa mencapai 60 orang per hari, dengan lonjakan tertinggi di malam hari dan akhir pekan.
“Alhamdulillah, rame terus. Apalagi kalau malam dan Sabtu-Minggu, bisa full sampai malam,” ungkapnya dengan penuh syukur.
Melihat antusiasme yang tinggi, Cantika tidak menutup kemungkinan untuk memperluas area kafe dan menghadirkan ruangan baru yang lebih besar dan lebih tematik, mungkin dengan nuansa musim dingin atau taman bunga seperti di drama Korea.
Cafe Chinggu bukan sekadar tempat nongkrong, tapi juga cermin dari mimpi seorang wanita muda yang tidak menyerah meski harus menunggu bertahun-tahun.
Dari dapur kecil yang penuh semangat, dari nasi bakar rumahan, hingga deretan kue manis di etalase kafe, Cantika menunjukkan bahwa dengan ketekunan, cinta, dan kerja keras, mimpi bisa diwujudkan satu per satu.
“Semoga ke depannya, Cafe Chinggu bisa makin dikenal, makin rame, dan jadi tempat yang disukai banyak orang. Sekarang belum ada rencana buat buka cabang karena mau fokus ke satu cafe dulu,” kata dia.
Untuk kamu yang ingin merasakan suasana Korea tanpa harus jauh-jauh terbang ke Seoul, mungkin Caffe Chinggu adalah tempat yang bisa kamu dikunjungi. Tidak hanya untuk lidah, tapi juga untuk hati.
Bagi kamu yang tertarik mencicipi kuliner dan dessert ala Korea bisa mampir ke Cafe Chinggu di Jalan Mardhatillah, Gayam, Tanjung Redeb, Berau.
