TANJUNG REDEB – Ayu Duding seorang make up artist profesional menceritakan kisahnya merintis profesi MUA di Berau, Kaltim.

Bagi Ayu Damayanti, perempuan kelahiran Bekasi, 1 Oktober 1996, dunia make up bukan sekadar profesi, melainkan perjalanan panjang dari hobi yang tumbuh menjadi sumber penghidupan.

Kini, ia lebih dikenal dengan nama Ayu Duding, seorang Make Up Artist atau MUA sekaligus influencer yang menetap di Berau.

Sejak kecil, Ayu Duding memang punya ketertarikan dengan dunia seni dan kecantikan. Apalagi saat menekuni dunia modeling, ia kerap terlibat dalam photoshoot hingga fashion show.

“Dulu aku kan model, sering ikut photoshoot atau fashion show. Nah kalau setiap ada acara, pasti harus pakai jasa salon, dan itu lumayan juga biayanya. Akhirnya manajerku waktu itu bilang, kenapa nggak coba belajar makeup sendiri,” kenangnya.

Cerita Ayu Duding rintis profesi sebagai MUA (Ist)
Cerita Ayu Duding rintis profesi sebagai MUA (Ist)

Dari situlah awal ketertarikannya dimulai. Berbekal rasa ingin tahu, Ayu Duding belajar make-up secara otodidak. Awalnya hanya memoles wajah sendiri, lalu perlahan dipercaya teman untuk merias anak sekolah hingga perpisahan.

“Awalnya temen ke temen, terus direkomendasikan lagi ke orang lain. Dari mulut ke mulut, sampai akhirnya berkembang seperti sekarang,” katanya.

Ayu Duding mengaku baru benar-benar fokus menekuni makeup di tahun 2017. Puncaknya, di tahun 2018 ia dipercaya menangani riasan pengantin untuk pertama kalinya. Sejak saat itu, jalannya sebagai MUA semakin terbuka lebar.

Dalam proses belajar, Ayu banyak mengandalkan referensi dari YouTube dan makeup artist luar negeri. “Awalnya kan otodidak, terus sambil sharing sama MUA lain. Kalau hairdo aku sampai kursus, karena menurutku make-up dan hairdo itu saling berkaitan. Apalagi dulu di Berau, hairdo masih jarang,” jelasnya.

Soal perlengkapan, Ayu mengaku mendapatkannya bertahap. Dari yang semula hanya mengandalkan produk lokal dan membawa makeup dalam tote bag sederhana, hingga kini memiliki beauty case, studio mini, lighting profesional, dan produk-produk high-end.

“Dulu sempat dipandang remeh karena cuma bawa totebag. Tapi aku ingin buktiin bisa survive sendiri dengan modal sendiri,” ucapnya.

Bagi Ayu, hal yang paling ia suka dari profesi ini adalah ketika hasil makeup membuat klien bahagia. “Walaupun capek, rasanya tetap happy banget,” ujarnya.

Ayu Duding, MUA profesional rintis karier di Berau, Kaltim
Ayu Duding, MUA profesional rintis karier di Berau, Kaltim (Ist)

Namun, bukan berarti jalan yang ditempuh mulus. Dari pengalaman klien yang membatalkan secara sepihak, perjalanan jauh untuk rias pengantin, hingga harus numpang mobil dekorator ke Talisayan saat kendaraan mogok semua pernah ia lalui.

“Itu pernah sampai kehujanan di jalan, baju basah kuyup sampai kering sendiri di badan,” kenangnya sambil tertawa.

Tak hanya dikenal sebagai MUA, Ayu juga menekuni dunia influencer sejak 2017. Awalnya menerima endorsement produk kecantikan seperti eyelash, hingga kini merambah ke berbagai brand besar. “Aku lebih membangun branding sebagai lifestyle influencer. Jadi aku sharing soal olahraga, traveling, kecantikan, sampai beauty clinic,” ungkapnya.

Meski terlihat menyenangkan, Ayu mengaku tantangan terbesar adalah soal manajemen waktu. “Kadang habis makeup subuh-subuh, lanjut visit store, terus masih harus ngedit sendiri. Jadi capeknya di situ,” tambahnya.

Untuk tren di Berau sendiri, Ayu menyebut makeup pengantin masih banyak yang memilih gaya bold, sesuai adat. Sedangkan anak muda lebih menyukai gaya segar ala “makeup abis mandi” yang sedang populer di TikTok. Adapun saat ini, gaya make-up Ayu Duding lebih dikenal dengan gaya soft glam makeup untuk daily look, dan glamorous makeup untuk wedding.

Ayu Duding berharap bisa terus meningkatkan skill dengan mengikuti kursus dan selalu upgrade ilmu. “Harapannya makeup aku bisa lebih maju, lebih banyak klien yang puas, dan bisa setara dengan teman-teman MUA lain. Intinya tetap bertahan, berkembang, dan memberi hasil terbaik,” tutupnya.(*/adv)