BERAU TERKINI – Hobi kuliner Adieb Al-Farisy membawa manfaat bagi usaha makanan Hungry Up di Berau.

Hungry Up merupakan sebuah usaha makanan yang berfokus pada chicken rice bowl.

Usaha ini baru dimulai tanggal 22 Desember 2025 lalu dan langsung dipromosikan lewat media sosial Instagram dan teman-teman terdekat serta keluarga.

Pemilik Hungry Up, Muhammad Adieb Al-Farisy mengatakan awal membuat usaha ini dimulai karena dirinya yang memang hobi berkuliner dan senang memasak.

Ia juga melihat bahwa ketika akan membeli makanan, pilihan makanan di Berau cenderung itu-itu saja dan terkesan kurang variatif, sehingga muncullah ide untuk menghadirkan sesuatu yang berbeda.

“Kenapa enggak nyoba sendiri aja gitu menghadirkan sesuatu yang berbeda, makanya muncullah ide untuk membuat hungry up ini,” ungkapnya kepada Berauterkini.co.id, Minggu (18/1/2026).

Menu makanan di Hungry Up Berau (Andrikni/BT)
Menu makanan di Hungry Up Berau (Andrikni/BT)

Ia mengetahui bahwa sudah banyak pengusaha rice bowl di Berau ini, tetapi variannya yang kurang membuatnya tergerak untuk membuat sesuatu yang berbeda.

“Kalau rice bowl sebenarnya di sini banyak, cuman kurang variatif aja gitu,” ujarnya.

Hungry Up menghadirkan menu rasa yang berasal dari Western dan Asia. Seperti honey garlic dan salted egg contoh menu yang berasal dari resep Asia, sedangkan truffle mushroom dan American Nashville merupakan resep Western atau Barat.

Menu yang disediakan hanya ayam saja karena ia akan memfokuskan penjualannya di varian ayam dengan berbagai macam saus.

“Kalau daging sih belum ada, karena kita spesialisnya di chicken rice,” katanya.

Ia mengatakan sudah memikirkan menu baru ke depannya yang dilakukan secara bertahap. “Kalau menu sebenarnya sudah kita pikirkan dari sekarang, cuma bertahaplah. Pasti ada menu baru nanti,” ujarnya.

Harga dibanderol dari yang paling murah Rp 35 ribu hingga yang paling mahal Rp 38 ribu. Adapun produk best seller dari usahanya adalah salted egg, truffle mushroom, dan American Nashville.

Dalam satu hari, ia bisa menjual 20 hingga 40 rice bowl dengan omset Rp 700 ribu hingga Rp 1,5 juta.

Untuk saat ini, ia hanya melayani penjualan via daring dan mengambil di tempat saja dengan lokasi di Jalan Al-Bina Nomor 094, Tanjung Redeb.

Menu makanan di Hungry Up Berau (Andrikni/BT)
Menu makanan di Hungry Up Berau (Andrikni/BT)

“Mungkin ke depannya ada, tergantung perkembangan nantinya gimana, kalau untuk saat ini sih masih online dan dine in saja,” ujarnya.

Ia menjelaskan suka duka dari membangun usaha ini adalah karena dirinya yang mengurus semua perlengkapan berdagang, sehingga lebih terasa berat.

Tantangan yang ia hadapi seperti belum mempunyai karyawan sendiri, sehingga semua bagian dari usaha ini dirinya lah yang mengurus.

“Karena saya dari awal merintis sendiri ya, jadi admin, jadi editornya juga, terus belanja juga, operasional saya juga sendiri. Jadi kayak berat,” jelasnya.

Ia berharap ke depannya bisa memiliki karyawan agar pekerjaan terasa lebih ringan, bisa memproduksi lebih banyak lagi, dan bisa lebih dikenal luas oleh masyarakat Berau.

“Harapan ke depannya sih bisa lebih berkembang lagi, terus bisa dikenal lebih luas lagi khususnya di Berau ini,” tutupnya.