BERAU TERKINI – Keamanan wisatawan di destinasi pesisir kini menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Berau. 

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Berau mulai menggencarkan sosialisasi keselamatan ke sejumlah penginapan.

Salah satunya menyasar Lamin Guntur Resort di Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Bidukbiduk.

Langkah ini diambil sebagai respons cepat untuk meminimalisir risiko kebakaran serta kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam di kawasan wisata yang kian populer tersebut.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan, Nofian Hidayat, menjelaskan, kegiatan ini merupakan langkah antisipatif yang sangat krusial.

Terlebih setelah adanya insiden yang sempat melukai wisatawan belum lama ini.

Pihaknya fokus memberikan edukasi mengenai pencegahan api di lingkungan penginapan serta prosedur penyelamatan saat terjadi keadaan darurat. 

“Dalam kegiatan ini, kami fokus pada upaya pencegahan kebakaran di lingkungan penginapan, sekaligus kesiapsiagaan menghadapi bencana alam dan keselamatan pengunjung,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Dalam sosialisasi tersebut, Disdamkarmat menekankan pentingnya ketersediaan sarana pemadaman awal yang memadai di setiap titik resort.

Pengelola diwajibkan menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di lokasi yang mudah dijangkau, serta menyiapkan penampungan air yang dilengkapi dengan pompa siap pakai.

Edukasi visual juga dianggap sangat penting melalui pemasangan poster atau pamflet mengenai bahaya api dan keamanan instalasi listrik di area penginapan.

“Hingga, pemasangan poster atau pamflet edukasi terkait bahaya api dan instalasi listrik,” tambah Nofian.

Selain ancaman api, letak geografis resort yang berada di bibir pantai membuat aspek mitigasi bencana laut seperti gelombang tinggi hingga potensi tsunami menjadi perhatian khusus.

Disdamkarmat meminta pengelola menyediakan papan informasi bencana, denah area yang jelas, serta sistem peringatan dini berupa pengeras suara atau alarm. 

Jalur evakuasi menuju dataran tinggi beserta titik kumpul yang aman harus terpasang dengan jelas guna memandu wisatawan saat situasi kritis terjadi. 

Peralatan keselamatan dasar seperti ring buoy atau pelampung dan kotak P3K juga wajib tersedia sebagai instrumen penanganan awal.

Disdamkarmat menyadari, fasilitas fisik yang lengkap tidak akan maksimal tanpa dukungan sumber daya manusia (SDM) yang terampil.

Oleh karena itu, para pengelola dan karyawan resort didorong untuk aktif mengikuti pelatihan penanganan kebakaran serta simulasi evakuasi darurat secara berkala. 

Dengan pengetahuan yang mumpuni, staf penginapan diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menyelamatkan nyawa dan aset sebelum bantuan medis atau petugas pemadam tiba di lokasi.

Upaya jemput bola ini diharapkan mampu membangun ekosistem pariwisata Berau yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga menjamin rasa aman bagi setiap pengunjung. 

Nofian menegaskan, kesiapan pengelola dalam menghadapi berbagai potensi risiko adalah investasi jangka panjang bagi citra pariwisata daerah, terutama saat terjadi lonjakan kunjungan di musim liburan.

“Kami ingin, keamanan dan kenyamanan wisatawan tetap terjaga, khususnya saat kunjungan meningkat di musim liburan,” pungkasnya. (*)