BERAU TERKINI – Meningkatkan konsumsi makan ikan, hingga pengolahan ikan menjadi salah satu strategi Diskan Berau dalam gerakan gemar makan ikan untuk cegah stunting.

Dinas Perikanan (Diskan) Berau mengungkapkan sejumlah upaya yang dilakukan untuk mensosialisasikan gerakan gemar makan ikan untuk pencegahan stunting.

Kepala Bidang Penguatan Daya Saing Produk Perikanan (PDSPP) Diskan Berau, Dewi Rosita mengungkapkan, sosialisasi gemar makan ikan bertujuan untuk meningkatkan konsumsi ikan.

“Sosialisasi gemar ikan dimulai dengan pelatihan diversifikasi seperti kampanye gemar ikan, salah satunya Manutung Jukut bahkan kampanye ke sekolah-sekolah, hari ikan kita juga ada lomba-lomba,” ungkapnya kepada Berauterkini.co.id

Ia menjelaskan bahwa usia remaja putri, ibu hamil, sampai usia anak seribu hari awal kehidupan adalah usia rawan stunting.

“Jadi untuk stunting sendiri kami programnya itu gemar ikan selain sosialisasi ke sekolah, remaja putri, SMA ya, usia-usia pasangan subur, mulai SMA, itu sudah,” jelasnya.

Kemudian program penanganan stunting dan gemar makan ikan juga dilakukan lewat Posyandu dengan mulai diversifikasi olahan ikan.

“Supaya di kader posyandu jangan selalu melulu bubur gitu kan. Jadi kadernya itu kita kasih sekali-kali kita bantu olahan ikan, untuk pencegahan stunting program kita itu lewat penggemar ikan,” jelasnya.

Program gemar makan ikan ini juga bisa dilakukan melalui lomba-lomba, senam, dan lagu anak-anak.

Hal tersebut dikarenakan akan lebih mudah diingat oleh anak daripada memberi sosialisasi di depan mereka. “Melewati lagu, melewati senam, anak-anak ini mudah ingat daripada kita koar-koar di depan gitu kan,” jelasnya.

Pihaknya mengatakan jika target mereka adalah bagaimana menciptakan berbagai jenis diversifikasi olahan perikanan ini agar anak-anak bisa atau gemar untuk makan ikan.

“Rencana kegiatan yang akan dilakukan dalam waktu dekat untuk pencegahan stunting seperti peningkatan gizi, protein ikan karena gizi pada ikan tinggi dan murah dan banyak pilihan,” ungkapnya.

Dirinya juga menjelaskan jika banyak orang tidak menyukai ikan karena tulang dan bau anyir.

Permasalahan tersebut bisa diatasi dengan pengolahan ikan seperti bakso atau nugget dari olahan ikan.

“Pada umumnya yang dulunya enggak suka ikan kalau setelah diolah itu mereka banyak yang suka ikan,” ujarnya.

“Sekarang anak-anak suka dimsum, suka apalagi ya kalau kami itu ada es krim juga berbahan ikan, ada juga brownies ya. Anak-anak kan suka nugget, ya kita olahkan, kita sendiri yang mengolah,” tutupnya. (*/Adv)