BERAU TERKINI – Guna mencegah merebaknya rabies di destinasi wisata, DTPHP Berau gelar sosialisasi bahaya rabies hingga pengobatan hewan liar.

Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau menggelar kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) terkait rabies di Pulau Derawan sejak Rabu hingga Jumat (24-26 September 2025).

Kegiatan ini menyasar siswa dan siswi kelas 5 dan 6 di SDN Pulau Derawan sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman tentang bahaya rabies serta langkah pencegahannya.

Kepala DTPHP Berau, Junaidi, menjelaskan bahwa kegiatan edukasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman sejak dini mengenai ciri-ciri gejala rabies, cara penularannya pada hewan dan manusia, serta tindakan pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghindari penyakit mematikan tersebut.

“Anak-anak diberikan materi tentang bagaimana mengenali gejala rabies, apa yang harus dilakukan jika digigit hewan, dan pentingnya menjaga kebersihan serta menghindari kontak langsung dengan hewan liar,” ujar Junaidi saat dihubungi pada Minggu (28/9/2025).

Selain edukasi kepada pelajar, Junaidi bilang, DTPHP Berau juga memberikan pengobatan bagi hewan liar yang terluka di kawasan Pulau Derawan.

Sementara itu, untuk vaksinasi rabies gratis bagi hewan peliharaan dan hewan liar yang berada di kawasan Pulau Derawan sudah dilakukan sebelumnya. Vaksinasi ini dilakukan oleh tim petugas kesehatan hewan yang dikerahkan langsung oleh dinas.

“Setiap tahun kami memang menjadwalkan vaksinasi rabies secara rutin, minimal satu kali dalam setahun,” jelasnya.

Junaidi menambahkan, Pulau Derawan dipilih karena merupakan destinasi wisata unggulan di Kabupaten Berau yang kerap dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Keberadaan hewan liar seperti anjing dan kucing di pulau ini, menurutnya, dapat menjadi potensi penyebaran rabies jika tidak dikendalikan dengan baik.

“Kami ingin memastikan bahwa Pulau Derawan sebagai salah satu ikon wisata Kabupaten Berau bisa benar-benar bebas dari rabies, sehingga wisatawan merasa aman dan nyaman saat berkunjung,” ujarnya.

Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk turut serta dalam pengawasan dan pelaporan apabila menemukan hewan dengan gejala rabies.

Ia berharap, kegiatan seperti ini dapat menjadi langkah preventif yang efektif dalam menekan kasus rabies di wilayah kepulauan Berau, khususnya di destinasi wisata. (*)