BERAU TERKINI –  Tim kesehatan Polres Berau rutin melakukan uji sampel makanan untuk mencegah insiden keracunan makanan dalam program makan bergizi gratis (MBG) sebelum didistribusikan kepada para penerima manfaat.

Langkah tersebut dilakukan Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Berau melalui kegiatan pemeriksaan keamanan pangan (Safety Food) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Berau.

Pemeriksaan itu dilaksanakan di dapur SPPG yang berlokasi di Jalan Pemuda, Gang Aspol, Kecamatan Tanjung Redeb, Rabu (11/3/2026) pagi.

Kasi Dokkes Polres Berau, Mawar, menjelaskan, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan makanan yang akan dibagikan benar-benar aman dan layak dikonsumsi, khususnya bagi anak-anak sekolah dan penerima manfaat lainnya.

“Kami memeriksa bahan makanan agar dipastikan aman, sehat, dan memenuhi standar kesehatan,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut, tim Sidokkes yang terdiri dari Pengatur I Taufik Hidayat dan Firda Syarif selaku mitra Polres Berau melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah sampel makanan yang akan dibagikan.

Menu yang diperiksa meliputi roti manis, kacang goreng, telur rebus, serta buah jeruk.

Seluruh makanan tersebut disiapkan untuk didistribusikan kepada 2.299 penerima manfaat yang berasal dari berbagai sekolah dan layanan kesehatan.

Rinciannya, TK Kemala Bhayangkari menerima 83 porsi, SDN 002 Tanjung Redeb sebanyak 541 porsi, SMKN 1 Berau sebanyak 753 porsi, SMAN 1 Berau sebanyak 880 porsi, serta Posyandu Kemala Bhayangkari sebanyak 42 porsi.

Proses pemeriksaan dilakukan dengan metode organoleptik, yaitu mengevaluasi rasa, bau, warna, tekstur, dan penampakan makanan. 

“Dari hasil pengecekan itu, seluruh menu dinyatakan tidak mengalami perubahan kualitas dan layak dikonsumsi,” paparnya.

Selain itu, tim kesehatan juga melakukan uji menggunakan reagen kimia untuk mendeteksi kemungkinan adanya kandungan zat berbahaya seperti arsenik, nitrit, sianida, formalin, dan boraks.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh sampel makanan negatif dari kandungan bahan kimia berbahaya sehingga dinyatakan aman dan layak untuk dikonsumsi,” pungkasnya. (*)