BERAU TERKINI – Dinkes Berau bakal rutin melakukan cek kesehatan ke sekolah guna mencegah penyakit tidak menular seperti diabetes melitus di kalangan usia muda.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau menyoroti pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular (PTM), khususnya diabetes melitus (DM).
Namun, upaya screening kesehatan usia produktif di fasilitas pelayanan kesehatan dinilai masih belum berjalan maksimal.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Berau, Garna Sudarsono, mengungkapkan bahwa meski kasus diabetes mulai terindikasi di kalangan usia muda, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh di Puskesmas masih menghadapi kendala.
“Untuk screening usia produktif memang belum maksimal. Itu bukan hanya di kampung, tapi di semua wilayah kerja Puskesmas, termasuk di perkotaan,” jelasnya.
Padahal menurut Garna Sudarsono, screening menjadi salah satu kunci deteksi dini untuk mengetahui risiko seseorang terkena penyakit tidak menular, termasuk diabetes.
Melalui pemeriksaan rutin, masyarakat bisa lebih cepat mengetahui kondisi kesehatannya dan melakukan langkah pencegahan.
“Kalau tidak ada screening, kita tidak tahu apakah seseorang itu berisiko atau bahkan sudah mengidap penyakit. Jadi ini sebenarnya sangat penting,” ujarnya.
Saat ini, program screening dilakukan dengan berbagai cara, seperti kunjungan ke sekolah, kantor, serta melalui Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu).
Pemerintah juga mulai mendorong layanan cek kesehatan gratis di Puskesmas sebagai akses masyarakat dalam memeriksakan diri.
Lebih jauh, Dinkes Berau tetap mengupayakan edukasi kesehatan, terutama kepada kelompok usia produktif. Sosialisasi sudah dilakukan hingga tingkat sekolah menengah, bahkan mulai diperluas ke tingkat SMP.
“Edukasi ini terus kita lakukan. Harapannya, masyarakat sejak usia muda sudah sadar pentingnya menjaga pola hidup sehat agar tidak terkena diabetes di usia dewasa,” tuturnya. (*)
