BERAU TERKINI – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalimantan Timur mengambil langkah strategis untuk mencegah praktik bom ikan dan aktivitas ilegal lainnya dengan memasang sistem radar pemantau laut canggih di perairan Berau.

Teknologi yang digunakan adalah sebuah radar jarak jauh. Alat ini merupakan hibah dari sebuah organisasi non-pemerintah (NGO) yang berbasis di San Francisco, Amerika Serikat, yang dipasang di wilayah konservasi Kepulauan Berau.

Kepala DKP Kaltim, Irhan Humaidy, menjelaskan bahwa alat ini memungkinkan pengawasan yang lebih efektif dibandingkan patroli manual.

“Dengan teknologi berbasis informasi, kami bisa mengetahui di mana titik-titik yang menjadi lokasi aktivitas terlarang,” ujar Irhan, Jumat (22/8/25).

Langkah ini menegaskan komitmen DKP dalam memberantas praktik penangkapan ikan merusak tanpa pandang bulu.

Keseriusan tersebut terbukti pada kasus di tahun 2025 ini, di mana dua pelaku pengeboman ikan di kawasan konservasi perairan Berau berhasil diproses hukum. Keduanya divonis satu tahun enam bulan kurungan badan.

Irhan menambahkan, data dari radar akan menjadi dasar penindakan yang dilakukan secara sinergis bersama aparat lain seperti Pol Airud, TNI AL, dan Badan Keamanan Laut.

“Penegakan hukum disesuaikan dengan kewenangan masing-masing, tapi kami bisa melakukan penindakan secara bersama-sama,” katanya.

Pemanfaatan teknologi ini diharapkan mampu menekan angka kejahatan di laut secara signifikan dan menjaga kelestarian ekosistem.

“Ini adalah salah satu upaya dalam tata kelola kelautan dan perikanan melalui teknologi,” tutup Irhan.