BERAU TERKINI – Tirta Medical Centre akhirnya merealisasikan rencana membangun rumah sakit swasta dengan Tipe D. Ini merupakan fasilitas kesehatan keempat yang saat ini berdiri di Bumi Batiwakkal.

Rencana pembangunan rumah sakit tersebut telah diumumkan Klinik Tirta sejak awal tahun lalu ke Dinas Kesehatan Berau.

Peletakan batu pertama pembangunan rumah sakit ini dihadiri langsung Bupati Berau, Sri Juniarsih; Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto; dan beberapa tamu kehormatan di Jalan Gunung Panjang, Tanjung Redeb, Selasa (30/9/2025).

Bangunan rumah sakit tersebut direncanakan akan memiliki tiga lantai dengan kapasitas 50 tempat tidur.

Di lahan seluas 2,7 ribu meter persegi, bangunan itu akan dilengkapi dengan ruang operasi, pelayanan poli kesehatan, hingga ruang OB/GYN atau obstetrics (kebidanan) dan gynecology (ginekologi).

Sri Juniarsih mengapresiasi langkah serius Tirta Medical Center untuk membangun rumah sakit, sehingga bisa memperluas jangkauan pelayanan kesehatan bagi warga Bumi Batiwakkal.

Dia mengakui, keberadaan Klinik Tirta selalu menjadi pilihan bagi pasien di Berau, tak terkecuali dirinya, kala rumah sakit daerah tak dapat memberikan pelayanan.

Sri Juniarsih meyakini rumah sakit swasta dapat memiliki kualitas lebih baik dan memastikan pasien yang datang berobat terlayani dengan baik.

Dia tak ingin terjadi penolakan pelayanan terhadap pasien. Apalagi, dalam kondisi gawat darurat, pasien harus segera ditangani.

“Kita sudah merasakan pelayanan rumah sakit swasta, memang lebih baik,” akunya.

Dia menyebut, dibangunnya Rumah Sakit Tirta Medical Center akan menambah jumlah sarana kesehatan di Berau.

Selain RSUD dr Abdul Rivai, pemerintah telah membangun RSUD Tanjung Redeb yang di bakal beroperasi pada awal 2026 mendatang.

Selain itu, pemerintah juga telah mengawal pembangunan Rumah Sehat Baznas (RSB) yang dibangun bersama perusahaan tambang batubara di Berau.

“Bila semua ini bisa beroperasi maksimal, masyarakat tak akan bingung lagi harus berobat kemana,” ucapnya.

Dirinya juga berpesan, selain mengejar infrastruktur bangunan yang memadai, tak kalah penting adalah kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang profesional.

Berkaca dari pengalaman pribadinya, rumah sakit di Berau masih kurang ramah terhadap pasien, khususnya pasien anak.

Dia mengungkapkan, dirinya pernah membawa cucu berobat di salah satu klinik swasta di Berau, namun tak memberikan pelayanan terbaik terhadap anak.

Padahal, dokter yang profesional mesti memahami trik yang tepat untuk memperlakukan pasien di segala tingkatan usia.

“Perlakukan orang yang berobat itu seperti raja, jangan anak-anak itu dibuat nangis,” pesannya.

Sementara itu, Direktur Cabang Tirta Medical Center Berau, Dianita Pratiwi, mengungkapkan telah melakukan perencanaan pembangunan dengan matang.

Bahkan, pihaknya telah bekerja sama dengan pihak ketiga dalam pengelolaan limbah kesehatan dengan perlakuan yang terukur.

Diketahui, dalam pembangunan gedung rumah sakit baru tersebut, Tirta Medical Center menggandeng kontraktor asal Jakarta, yakni PT Suprima Mitra Adihusada.

“Targetnya, 8 bulan bangunan ini sudah bisa kami operasikan,” kata Dian.

Pembangunan itu pun disebut proses bersejarah bagi Tirta Medical Centre demi mewujudkan kebutuhan peningkatan pelayanan kesehatan bagi seluruh warga Berau.

Dian pun berkomitmen bangunan tersebut tak hanya menjadi fasilitas kesehatan. Namun, juga menjadi tempat untuk memberikan pelayanan kesehatan yang humanis, profesional, dan modern.

“Terima kasih atas dukungan semua pihak, ini yang membuat Tirta Medical Centre dapat terus berkembang,” ucapnya. (*)