TANJUNG REDEB – Proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) kembali digulirkan pemerintah Kabupaten Berau. Fokus pemasangan PJU tak hanya diberikan ke kampung, namun redupnya jalanan perkotaan juga tengah menuai sorotan.

Kondisi redupnya PJU di pusat kota terjadi di antaranya di Jalan APT Pranoto, Jalan SA Maulana, Jalan Haji Isa I sampai III, hingga Jalan Pemuda.

PJU yang redup juga terjadi di jalan menuju Bandara Kalimarau dan beberapa titik di sekitar Kantor DPRD Berau, Bedungun.

Hal ini sudah menjadi sorotan Bupati Berau, Sri Juniarsih. Di tengah upaya daerah mengampanyekan pariwisata, kondisi jalanan utama malah gelap gulita kala malam hari.

“Padahal program ini sudah diprioritaskan pada tahun lalu,” sebutnya.

Dari tahun lalu, ihwal PJU ini memang menjadi program yang difokuskan. Hal itu dibuktikan dengan gelontoran anggaran senilai ratusan miliar untuk proyek tersebut.

Berdasarkan catatan redaksi berauterkini.co.id, pada 2023, PJU telah berdiri di 616 titik. Difokuskan pada titik kawasan perkotaan dan kampung di 13 kecamatan. Saat itu anggaran yang digelontorkan senilai Rp20 miliar.

Setahun setelahnya, Pemkab Berau membangun 1.073 PJU solarcell yang tersebar di 13 kecamatan. Empat kecamatan dengan PJU terbanyak adalah Tanjung Redeb, Sambaliung, Teluk Bayur, dan Gunung Tabur dengan nilai anggaran Rp60 miliar.

Pembangunan PJU tersebut bertujuan agar identitas kota wisata Berau semakin kuat. Sehingga dampaknya akan memberikan rasa aman dan keselamatan bagi para pengguna jalan.

“Ini dibangun untuk keselamatan kita bersama,” sebut dia.

Sri Juniarsih pun memerintahkan kembali Dinas Perhubungan Berau untuk fokus dalam pembangunan tersebut. Tentunya dengan dukungan anggaran yang telah diberikan pada tahun ini.

“Termasuk di bandara itu, harus diperhatikan,” pesan Sri Juniarsih.

Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dinas Perhubungan Berau, Noorhasani, menegaskan, pada APBD 2025 telah disiapkan anggaran senilai Rp50 miliar lebih untuk membangun sekitar 1.100 PJU di pusat kota hingga kampung.

Bila tahun lalu PJU sepenuhnya dinyalakan menggunakan tenaga surya atau solar cell, tahun ini akan dibangun sistem hybrid. PJU tersebut bisa tetap menyala meski tak mendapatkan asupan sinar matahari.

Jika padam, otomatis PJU tersebut menggunakan jaringan listrik milik PLN yang memiliki sistem kelistrikan sendiri di setiap titiknya.

“Sekarang yang akan dipasang sistem hybrid,” sebutnya. 

Dari jumlah tersebut, di setiap kecamatan pada tahun lalu diberikan jatah sebanyak 50-70 PJU, tergantung dari jarak di setiap kampung.

Tahun ini, pemasangan akan difokuskan pada jalan lingkungan dengan jumlah yang sama di setiap kampung.

“Kalau detail kampung masih akan kami hitung lagi, karena ada penyesuaian,” ucapnya.

Dia membeberkan, di jalan poros Kampung Batu Putih hingga Sambaliung, nantinya akan dipasang sekitar 350 titik PJU yang bersumber dari Bantuan Keuangan Pemprov Kaltim.

Bantuan Keuangan tersebut pun diakui mengurangi beban Pemkab Berau. Sehingga, pihaknya akan lebih fokus untuk pembangunan di kawasan kampung.

“Ini yang akan dicocokkan kembali angka kebutuhannya,” sebut dia.

Khusus di kawasan perkotaan, pihaknya telah menyiapkan PJU lengan ganda untuk menerangi jalan protokol dan mengganti tiang PJU dengan model solar cell. Rencananya, sebanyak 100 lebih PJU akan dipasang untuk menerangi jalan di perkotaan.

“Kalau angka pasti saya mesti bongkar berkas lagi, tapi tidak jauh dari jumlah itu,” sebutnya. (*)