TANJUNG REDEB – Bupati Berau, Sri Juniarsih, keukeuh untuk menerapkan pembatasan jumlah kursi dan meja pelapak di sepanjang tepian Sungai Segah.
Trotoar yang di desain untuk para penyandang disabilitas sengaja dibuat untuk menjaga prinsip pembangunan yang inklusif. Sehingga, para pedagang diminta tak menutup jalur kuning khusus bagi para kaum difabel tersebut.
“Karena memang ini dibangun untuk semua agar merasakan manfaat dari pembangunan,” tegas Bupati Sri usai membersihkan di kawasan tepian, Jumat (11/7/2025).
Menurutnya, tak hanya soal mencari nafkah, para pelapak diharapkan dapat menjadi mitra pemerintah untuk menciptakan ruang terbuka yang lebih nyaman.
Kawasan tepian tersebut masuk dalam orientasi pembangunan kawasan wisata perkotaan. Sehingga tetap akan menjadi jualan pemerintah untuk merayu para wisatawan.
Tepian akan menjadi tempat singgah pertama kali kala wisatawan datang dari Bandara Kalimarau. Bila tak bersih, maka akan menjadi kesan pertama yang buruk bagi para wisatawan yang berkunjung ke Bumi Batiwakkal.
“Ini tempat wisata, harus Sapta Pesona,” tuturnya.
Menurutnya, pembatasan jumlah 3 meja dan 4 kursi sudah ideal bagi para pengunjung. Jumlah itu dianggap adil tanpa menutup piring nasi para pedagang.
“Ini sudah sikap yang adil, semua mendapatkan porsi yang setara,” tuturnya.
Selain itu, dia berpesan agar para pedagang dapat membersihkan lantai tepian setiap selesai berjualan.
Ditambah dengan kegiatan rutin bebersih tepian yang dilaksanakan setiap bulan yang dikawal langsung oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau.
Sementara itu, Koordinator Persatuan Pedagang Kuliner Tepian Segah (PPKTS), Saparuddin, menyatakan siap untuk menjalankan amanah yang diberikan bupati.
Harapannya, ke depan akan lahir kebijakan baru yang tetap memberikan peluang berkembangnya usaha milik pedagang.
“Sementara ini, kami diminta untuk tetap ikuti aturannya,” sebut dia.
Ihwal kebersihan, selain bersedia untuk membayar iuran rutin kebersihan, pihaknya pun bakal bersedia bila dilibatkan dalam kegiatan bebersih tepian tiap bulannya.
“Kami pasti terlibat, tidak ada masalah itu,” tuturnya.
Kepala DLHK Berau, Mustakim Suharjana, menyatakan akan merumuskan aturan bersama untuk kedisiplinan pedagang dalam menjaga kebersihan di tepian.
Aturan itu dipastikan tak lahir hanya dari pemerintah, namun berdasarkan kesepakatan dengan para pedagang.
“Harus ada sanksi kalau tidak ikut bersih-bersih,” ucapnya.
Dirinya berharap, ke depan para pedagang dibantu tim dari DLHK Berau untuk saling bekerja sama demi menjaga kebersihan di kawasan tepian.
“Ini berlaku menyeluruh ya, termasuk di Tepian Teratai sampai Teluk Bayur,” pesan dia. (*)
