BERAU TERKINI – Bupati Berau Sri Juniarsih Mas memberikan catatan kritis terkait tata kelola infrastruktur penerangan di wilayahnya. Sorotan tajam ini diarahkan pada kondisi Penerangan Jalan Umum atau PJU yang dinilai tidak efektif.
Hal tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri Rapat Koordinasi dan Evaluasi Percepatan Serapan Anggaran. Agenda penting ini berlangsung di Ruang Rapat Sangalaki pada Senin (8/12/2025) kemairn.
Dalam forum tersebut, Sri Juniarsih menyinggung fenomena pemasangan lampu jalan yang terkesan asal-asalan. Ia menemukan banyak lampu terpasang berdempetan dan menyala bersamaan di satu titik.
Kondisi ini kontras dengan sejumlah ruas jalan lain yang justru gelap gulita karena lampunya mati. Ketimpangan ini dinilai sebagai bentuk inefisiensi yang harus segera dikoreksi.
“Tolong ini dibenahi, kenapa PJU ini dipasang berdempetan,” tegas Sri menyentil kinerja bawahannya.
Dishub Siap Evaluasi
Menanggapi sentilan keras kepala daerah, Dinas Perhubungan atau Dishub Kabupaten Berau langsung memberikan respons. Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dishub Berau Noorhasani menyatakan siap melakukan evaluasi menyeluruh.
Pihaknya berjanji akan segera turun ke lapangan untuk memetakan titik lampu yang bermasalah. Jika ditemukan pemasangan yang tidak layak atau menumpuk, pemindahan unit akan segera dilakukan.
“Kami akan turun mengecek langsung ke lapangan. Kalau memang ada titik PJU yang tidak layak atau harus dipindahkan, akan kami pindahkan,” jelas Noorhasani.
Ia menjelaskan bahwa perbaikan PJU di kawasan kota sebenarnya tengah berjalan. Namun tantangan teknis kerap muncul karena perangkat elektronik memiliki risiko kerusakan yang sulit diprediksi.
Faktor alam seperti sambaran petir seringkali menjadi penyebab utama lampu kembali mati meski baru saja diperbaiki. Kendati demikian, Dishub berkomitmen melakukan perawatan berkelanjutan.
Terkait perbaikan menyeluruh dan penataan ulang, Noorhasani menargetkan realisasi penuh pada anggaran tahun mendatang.
“Insyaallah tahun depan kita targetkan semua titik lampu sudah tertangani. Tapi program perbaikan menyeluruh kami rencanakan mulai tahun depan,” tuturnya. (*)
