BERAU TERKINI – Langkah strategis Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Berau dalam menggencarkan literasi hijau mendapat sambutan hangat. Bupati Berau Sri Juniarsih memberikan apresiasi khusus atas program yang fokus pada peningkatan kesadaran ekologis tersebut.

Program ini dinilai sangat relevan dan selaras dengan visi pembangunan daerah yang berkelanjutan. Sri menegaskan bahwa gerakan literasi sejatinya memiliki makna yang lebih luas dari sekadar menambah wawasan kognitif.

Pengetahuan yang didapat harus mampu bertransformasi menjadi perubahan perilaku nyata di tengah masyarakat. Warga diharapkan semakin peduli dan aktif menjaga kelestarian alam di sekitarnya.

“Ini bukan hanya soal membaca, tetapi bagaimana literasi dapat menggerakkan masyarakat untuk lebih mencintai dan menjaga lingkungan,” ujar Sri Juniarsih.

Tantangan Lingkungan

Literasi hijau dianggap sebagai kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya tantangan lingkungan saat ini. Isu pengelolaan sampah hingga konservasi alam memerlukan pendekatan edukasi yang menyentuh kehidupan sehari hari.

Dispusip Berau dinilai berhasil mengemas konsep tersebut menjadi gerakan yang mudah diterima publik. Pemerintah berkomitmen penuh mendukung upaya ini demi mewujudkan pembangunan yang ramah lingkungan hingga ke tingkat kampung.

Sementara itu Kepala Dispusip Berau menyatakan pihaknya terus memperluas cakupan program melalui berbagai metode kreatif. Mulai dari penyuluhan dan pojok baca lingkungan hingga pelatihan pengolahan sampah terus digencarkan.

Tujuannya adalah menanamkan kesadaran ekologis sejak usia dini melalui kolaborasi dengan sekolah dan komunitas. Ia optimistis gerakan ini akan membentuk budaya baru yang positif.

“Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, gerakan literasi hijau di Kabupaten Berau kami yakini dapat menjadi budaya baru yang mendorong masyarakat lebih aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan,” pungkasnya. (Adv)