BERAU TERKINI – Bupati Berau Sri Juniarsih mengingatkan Posyandu untuk tidak memberikan screen time berlebih kepada anak.

Di tengah upaya meningkatkan kualitas edukasi gizi bagi balita, Bupati Berau, Sri Juniarsih, menyoroti persoalan lain yang dinilainya penting diperhatikan paparan layar atau screen time pada anak.

Ia meminta seluruh Posyandu di Berau berhati-hati dalam memanfaatkan tayangan edukatif agar tidak mengorbankan perkembangan anak.

Sri memahami bahwa posyandu kini dituntut lebih kreatif, termasuk menampilkan video panduan menu sehat maupun tontonan edukatif bagi anak. Namun ia mengingatkan, penggunaan layar tidak boleh menjadi solusi yang berlebihan.

“Konten edukatif silakan diputar, tapi tetap ada batasnya. Jangan sampai anak justru mengalami speech delay karena terlalu lama menonton,” ujarnya.

Bupati Berau, Sri Juniarsih.
Bupati Berau, Sri Juniarsih.

Dikatakannya anak balita membutuhkan interaksi langsung, stimulasi motorik, dan komunikasi dua arah hal yang tidak bisa digantikan oleh layar.

Karena itu, ia meminta posyandu memastikan kegiatan menimbang dan mengukur tetap disertai aktivitas non-layar.

“Yang utama itu tetap edukasi langsung dari kader kepada orangtua. Tayangan hanya pendukung, bukan pengganti,” katanya.

Untuk mengatasi ketergantungan terhadap televisi atau gadget di posyandu, Bupati mengusulkan pembuatan ruang ramah anak sederhana di setiap posyandu.

Ruangan ini dapat menjadi tempat anak bermain, berinteraksi, dan belajar tanpa terpaku pada layar.

“Tidak perlu membeli fasilitas baru. Bisa dibuat dari bahan yang ada. Yang penting anak aktif bergerak dan terstimulasi,” tuturnya.(*)