BERAU TERKINI – Efisiensi anggaran yang terjadi di tingkat kampung mulai berdampak pada keberlanjutan sejumlah program sosial.

Dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Tabalar, Rabu (4/2/2026), Kepala Kampung Buyung-Buyung, Mustafa, mengusulkan agar program insentif bagi guru PAUD, Taman Pendidikan Alquran (TPA), serta tokoh agama dikelola langsung oleh organisasi perangkat daerah (OPD) teknis Pemerintah Kabupaten Berau.

Usulan tersebut disampaikan Mustafa secara langsung kepada Bupati Berau, Sri Juniarsih, sebagai respons atas keterbatasan anggaran pemerintah kampung pasca kebijakan efisiensi.

“Kalau bisa, program insentif ini diambil kembali oleh pemerintah daerah melalui OPD teknisnya,” ujar Mustafa di hadapan Bupati Sri Juniarsih.

Ia menjelaskan, di tengah kondisi keterbatasan fiskal saat ini, pemerintah kampung kesulitan mengalokasikan anggaran untuk membayar insentif yang sejatinya merupakan salah satu program prioritas Bupati Berau.

Minimnya anggaran membuat ruang gerak kampung menjadi sangat terbatas.

“Kalau ada dananya, tentu tidak masalah. Tapi untuk saat ini, kami sudah tidak memiliki anggaran yang bisa dialokasikan untuk itu,” paparnya.

Meski demikian, Mustafa menyampaikan, pemerintah kampung pada prinsipnya siap melaksanakan program-program daerah, termasuk pembayaran insentif apabila dukungan anggaran tersedia.

Menurutnya, pengelolaan di tingkat kampung justru lebih efektif jika didukung pembiayaan yang memadai.

“Kalau anggarannya ada, cukup pemerintah kampung saja yang mengelola. Kami siap melaksanakan tugas dan program Ibu Bupati jika memang didukung dananya,” pungkasnya. (*)