BERAU TERKINI – Kasus dugaan buruknya pelayanan di Puskesmas Gunung Tabur yang berujung pada meninggalnya seorang bayi dan ibunya dengan kondisi kritis menjadi sorotan serius dan preseden buruk bagi kualitas layanan pasien darurat di Kabupaten Berau.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyebut, catatan tersebut akan menjadi evaluasi dalam pelayanan pasien gawat darurat.
“Evaluasi! pemerintah sudah konsen soal pelayanan kesehatan,” kata Gamalis, Minggu (14/12/2025).
Kendati belum mengetahui kondisi riil secara utuh, Gamalis menyebut saat ini tak ada kompromi dalam pelayanan kesehatan.
Oleh karenanya, dalam waktu dekat ini, pihaknya akan memanggil seluruh stakeholder di bidang kesehatan untuk dimintai keterangan terkait kasus tersebut.
“Semua kita panggil, kenapa sampai nyawa anak tak berdosa harus melayang hanya karena pelayanan,” ujarnya.
Menurutnya, mulai dari tata kelola pelayanan hingga penggunaan layanan kesehatan gratis seperti BPJS, semuanya harus memastikan bahwa pasien mendapatkan pelayanan langsung.
Ia beralasan bahwa setiap pasien yang dibawa ke fasilitas kesehatan, baik itu puskesmas (faskes tingkat pertama) atau lainnya, memiliki potensi darurat.
“Kalau tidak sakit, tidak mungkin dibawa berobat,” ucapnya.
Secara pribadi dan atas nama Pemkab Berau, Gamalis menyampaikan bela sungkawa yang mendalam atas meninggalnya anak tersebut.
Duka mendalam ini akan menjadi pelajaran bagi semua pihak agar tak mempersulit pasien hanya karena persoalan administrasi.
“Pasien itu jangan dihambat karena urusan administrasi, zalim itu,” tegasnya. (*)
