BERAU TERKINI – Serapan gabah lokal oleh Perum Bulog Berau mencapai 900 ton, kontribusi ekonomi hingga Rp 6 miliar.
Perum Bulog Berau terus memperkuat perannya dalam menjaga stabilitas pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Sepanjang tahun ini, Bulog Berau telah menyerap sekitar 900 ton gabah dari petani lokal, dengan total nilai transaksi mencapai sekitar Rp6 miliar yang langsung mengalir ke rekening petani.
Kepala Perum Bulog Berau, Lucky Ali Akbar, menjelaskan bahwa serapan gabah tersebut menjadi langkah nyata dalam menggerakkan ekonomi masyarakat pedesaan.
“Dari 900 ton itu, sekitar enam miliar rupiah kita hantarkan langsung ke petani. Artinya, petani punya daya beli, dan jika daya beli meningkat, roda ekonomi di tingkat bawah juga ikut berputar,” ungkapnya.
Selain itu, Bulog juga menggandeng penggilingan-penggilingan kecil di wilayah Berau, yang turut merasakan dampak positif dari kegiatan serapan ini.

“Kerja sama dengan penggilingan kecil saja, ada sekitar Rp1,5 miliar yang berputar. Ini lumayan besar dan kami harapkan bisa berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru di Kabupaten Berau,” lanjutnya.
Terkait mekanisme pembelian, ia menegaskan bahwa Bulog tidak mensyaratkan petani harus tergabung dalam kelompok. Pembelian dilakukan langsung kepada petani perorangan, sehingga hasil panen dapat segera diterima tanpa perantara.
“Rekeningnya langsung masuk ke petani. Kami berharap perbankan juga bisa masuk untuk memberikan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR), agar petani punya modal dan tidak bergantung pada tengkulak,” jelasnya.
Untuk menjaga kualitas, Bulog mengikuti standar nasional. Gabah yang diserap merupakan gabah kering panen dengan kadar air 25–28 persen, yang kemudian diolah menjadi gabah kering giling dengan kadar air maksimal 14 persen. Harga pembelian ditetapkan secara nasional, yakni Rp6.500 per kilogram.
“Setelah diserap, gabah ini akan menjadi bagian dari cadangan pangan pemerintah, yang nantinya digunakan untuk berbagai program bantuan pangan dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP),” tutup Lucky.(*)
