TANJUNG REDEB – Begini strategi yang diterapkan Bulog Berau untuk memastikan stok beras aman hingga akhir tahun 2025.
Perum Bulog Berau, memastikan bahwa ketersediaan stok beras di wilayahnya aman hingga akhir tahun 2025, bahkan hingga tujuh bulan ke depan.
Hal itu disampaikan Kepala Perum Bulog Berau, Lucky Ali Akbar sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pangan dan mengantisipasi potensi lonjakan permintaan menjelang akhir tahun.
Dia menyampaikan hingga saat ini Bulog telah mengamankan stok beras dalam jumlah yang cukup dan terus melakukan penyerapan dari mitra penggilingan serta distribusi ke berbagai titik penyaluran.
Selain itu, pasokan beras juga terus diperkuat dari hasil serapan gabah lokal dan suplai antar wilayah. Menurutnya, dibandingkan dengan tahun lalu, stok tahun ini lebih tinggi berkat intervensi Bapanas, Kementan, dan pemda serta koordinasi distribusi yang lebih efektif bersama instansi terkait.
“Sehingga kami pastikan stok beras mencukupi hingga Desember 2025. Kami juga telah menyiapkan berbagai strategi untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga di pasaran,” ujarnya saat dihubungi Berauterkini.co.id, Minggu (24/8/2025).
Strategi yang dilakukan Bulog Berau antara lain dengan memperkuat program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), memperluas kerja sama dengan mitra penggilingan lokal, hingga optimalisasi serapan gabah lokal di Berau.
“Kami juga tentunya melakukan strategi dengan mengatur rotasi stok secara berkala untuk menjaga kualitas beras. Kemudian, distribusi masif dengan melibatkan Kodim, Polres, dan Dinas Pangan untuk menjangkau titik-titik strategis dan wilayah yang sulit dijangkau,” jelasnya.
Lebih lanjut, Lucky mengatakan bahwa strategi lainnya yakni, Bulog Berau juga melakukan sinergi dengan BUMN pangan lainnya, serta mempercepat distribusi ke pasar-pasar tradisional dan ritel modern.
Tak hanya itu, dia bilang, Bulog juga rutin melakukan pemantauan harga dan stok di lapangan.
“Selain penyaluran rutin, kami juga siap melakukan operasi pasar jika diperlukan untuk menekan gejolak harga,” tambahnya.
