BERAU TERKINI – Perum Bulog Berau menjamin kualitas beras SPHP layak dikonsumsi dan aman, pastikan tak ada praktik pengoplosan.
Perum Bulog Kantor Cabang Berau menegaskan bahwa seluruh beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang didistribusikan kepada masyarakat sepenuhnya aman dan layak konsumsi.
Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Perum Bulog Berau, Lucky Ali Akbar menyusul terungkapnya kasus pengoplosan beras berkualitas pakan ternak dengan beras SPHP di Pekanbaru, Riau.
Di mana, berdasarkan hasil investigasi Polda Riau, ditemukan praktik pengoplosan dengan total lebih dari 228 ton beras, yang diduga merupakan tindakan oknum individu, bukan dari mitra resmi Bulog.
Lucky Ali Akbar mengatakan Perum Bulog Berau tidak pernah menerima maupun menyalurkan beras yang telah tercampur dengan pakan ternak. Dia mengatakan, beras SPHP yang didistribusikan melewati proses penjaminan mutu yang ketat.
“Tentu semua beras SPHP yang kami distribusikan telah melalui proses operasional yang ketat, standar, dan akuntabel, serta aman dan layak konsumsi,” kata Lucky saat dihubungi Berauterkini.co.id, Selasa (9/9/2025).
Lucky juga mengatakan pihaknya sangat menyesalkan adanya kabar yang beredar tersebut, dan menekankan bahwa dugaan tersebut tidak berkaitan dengan kegiatan distribusi beras SPHP di wilayah Berau, Kaltim. Dia juga meminta masyarakat untuk tidak terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya dan tidak terjadi di wilayah Berau.
Menurutnya, Bulog selalu menerapkan prosedur yang ketat sesuai dengan standar mutu pangan yang ditetapkan pemerintah, mulai dari pengadaan, penyimpanan di gudang, hingga distribusi ke pengecer atau mitra resmi.
“Setiap karung beras SPHP yang keluar dari gudang Bulog sudah melalui pemeriksaan kualitas. Kami pastikan beras tersebut aman dan layak untuk dikonsumsi masyarakat. Jika ditemukan kualitas yang tidak sesuai, akan langsung ditindak dan ditarik dari peredaran,” ujarnya.

Tak hanya itu, setiap beras yang masuk diklasifikasi berdasarkan usia panen dan diatur menggunakan sistem First-In-First-Out (FIFO), sehingga kualitas terjaga, terutama untuk beras SPHP.
Lucky juga mengimbau agar masyarakat lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, serta tidak ragu melapor jika menemukan hal yang mencurigakan terkait beras SPHP.
“Kami selalu terbuka menerima pengaduan dan akan segera menindaklanjuti setiap laporan. Kami juga rutin melakukan pengawasan bersama instansi terkait guna menjamin mutu dan kelayakan beras SPHP di wilayah kerja kami,” pungkasnya.
