TELUK BAYUR – Dari sebuah rombong hijau sederhana di alun-alun Steinkolen, Teluk Bayur, Mariani menghadirkan cita rasa yang tak biasa. 

Di balik usaha rumahan bernama Dapoer Hendani itu, ia menyajikan produk olahan ikan Bulan yang tak hanya lezat, tapi juga telah mengantongi berbagai sertifikat penting.

Mariani mulai merintis usahanya sejak 2018. Fokusnya pada pengolahan ikan lokal, khususnya ikan Bulan, menjadi camilan yang bisa dinikmati semua kalangan. 

Meski skala produksinya masih kecil dan dikerjakan sendiri, legalitas produknya sudah lengkap: mulai dari NIB (Nomor Induk Berusaha), sertifikasi olahan pangan, higienis, halal, hingga TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri).

“Produk saya ini termasuk produk kuliner dan aneka cemilan berbahan dasar ikan Bulan, yang bisa dikonsumsi oleh semua kalangan usia mulai dari anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Meskipun produk kami ini handmade dan masih skala kecil, tapi sudah memiliki izin usaha lengkap,” ujar Mariani.

Dimsum Ikan Bulan, Stik Ikan Bulan, dan Siomay Ikan menjadi tiga produk andalan yang dijual langsung di outletnya. Agar bisa bersaing lebih luas, Mariani aktif mengikuti berbagai pelatihan dari Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, mulai dari olahan pangan, sertifikasi, hingga pemasaran digital.

“Saya sering diundang untuk ikut bazar. Juga produk kita dibantu dalam segi bantuan alat, seperti spinner pengering minyak, yang sangat membantu saat produksi stik ikan. Serta dispenser air panas dan dingin,” bebernya.

Deretan pelatihan yang diikuti Mariani membentang sejak 2019 hingga 2025, termasuk pelatihan sertifikasi halal (2021), sertifikasi TKDN (2024), dan pelatihan digital marketing yang baru diikutinya pada Mei 2025. 

Berkat pelatihan-pelatihan itu pula, variasi produk Dapoer Hendani semakin bertambah.

“Hasilnya kita yang tadinya tidak tahu membuat stik ikan, dimsum ikan dan kue kering, dengan diberikan pelatihan tersebut, kita bisa menambah ilmu dan tahu cara membuat produk tersebut. Yang tadinya hanya berjualan satu jenis saja, dengan adanya pelatihan, jadi bermacam jenis jualan kita,” kata Mariani.

Saat ini, Dapoer Hendani mampu meraih omzet hingga Rp3 juta per bulan. Meski nilainya masih tergolong kecil, semangat untuk berkembang terus menyala.

Mariani berharap dukungan dari Diskoperindag tak berhenti di pelatihan, tetapi bisa terus berlanjut hingga para pelaku usaha seperti dirinya benar-benar naik kelas. (Adv/Aya)