BERAU TERKINI — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Berau memberikan penjelasan mendalam terkait tren kenaikan harga emas yang tengah terjadi.
Kenaikan nilai logam mulia ini ditegaskan bukan karena munculnya fenomena bisnis baru di sektor tersebut.
Namun, akibat kombinasi dinamika pasar lokal dan situasi geopolitik dunia.
Kepala BPS Berau, Yudi Wahyudin, menjelaskan, harga emas perhiasan mengalami peningkatan yang dipicu oleh tingginya permintaan masyarakat selama momentum Lebaran.

Hal ini kemudian memberikan efek berantai yang turut mendongkrak harga emas batangan serta logam mulia di pasaran.
Selain faktor musiman di tingkat lokal, Yudi menambahkan, kondisi global yang tidak menentu saat ini memegang peranan krusial.
Salah satunya adalah ketegangan yang melibatkan kekuatan besar seperti Amerika Serikat dan Iran, yang secara langsung memengaruhi fluktuasi harga emas perhiasan di berbagai daerah.
Menurut pengamatan BPS, ketika kondisi politik dan ekonomi dunia sedang tidak kondusif, masyarakat cenderung mengalihkan investasi mereka ke aset yang lebih stabil.
Hal inilah yang menyebabkan permintaan terhadap emas meningkat tajam di pasar internasional.
“Emas biasanya dianggap sebagai aset yang aman dalam kondisi tersebut,” ungkap Yudi, Senin (6/4/2026).
Yudi juga meluruskan anggapan meroketnya harga emas saat ini menandakan adanya tren usaha baru yang sedang menjanjikan.
Ia menekankan, kenaikan nilai jual tersebut lebih bersifat eksternal dan mengikuti pergerakan harga emas dunia yang sedang bergejolak.
Meskipun harga emas terlihat sangat menjanjikan, masyarakat diminta memahami bahwa kenaikan ini terjadi secara sistemik di seluruh dunia.
Faktor global tetap menjadi kendali utama yang menentukan apakah harga di tingkat pengrajin atau toko perhiasan lokal akan ikut naik atau turun.
Yudi menegaskan, pergerakan harga di Kabupaten Berau hanyalah dampak dari apa yang terjadi di bursa komoditas global.
Oleh karena itu, lonjakan ini murni merupakan penyesuaian nilai dan bukan karena adanya perkembangan masif dalam sektor usaha emas domestik.
“Lebih besar pengaruh dari harga emas dunia yang berimbas ke harga emas batangan atau logam mulia dan emas perhiasan. Jadi bukan karena ada tren perkembangan usaha tersebut,” tutupnya. (*)

