TANJUNG REDEB – Di tengah tantangan menurunnya minat baca di kalangan generasi muda, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Berau menghadirkan transformasi digital dalam layanan perpustakaan.

Langkah ini bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman, melainkan strategi untuk menjadikan perpustakaan yang inklusif dan menarik bagi Generasi Milenial dan Gen Z.

Kepala Dispusip Berau, Yudha Budi Santosa, menyebut, generasi muda saat ini lebih tertarik pada layar gadget ketimbang lembaran buku.

“Ini yang mendorong kami untuk mengubah pendekatan  ke arah digitalisasi yang lebih interaktif,” kata Yudha kepada Berauterkini, Jumat (11/7/2025).

Melalui platform digital, koleksi buku elektronik, akses komputer publik, hingga layanan perpustakaan keliling, Dispusip Berau ingin menjadikan literasi sebagai sesuatu yang tidak hanya penting, tapi juga menyenangkan dan mudah diakses.

Transformasi ini juga mencakup penyediaan fasilitas penunjang yang ramah bagi pengunjung, baik yang ingin belajar, bekerja, maupun sekadar rekreasi edukatif.

“Kita ingin menciptakan pengalaman baru di perpustakaan, bukan hanya datang untuk membaca, tapi juga bisa menikmati waktu dengan nyaman. Ada ruang baca, komputer umum, tempat rekreasi, dan semuanya gratis,” jelasnya.

Menariknya, semua layanan dapat diakses oleh masyarakat umum tanpa harus menjadi anggota.

Namun, bagi yang membuat kartu keanggotaan, ada keuntungan lebih, yakni bisa meminjam buku untuk dibawa pulang dalam jangka waktu tertentu.

Yudha menilai, generasi muda, terutama Gen Z, punya keunggulan dalam penguasaan teknologi.

“Daripada melihatnya sebagai tantangan, justru harus dimanfaatkan untuk menghidupkan kembali semangat membaca,” jelasnya.

Lewat berbagai inovasi ini, Dispusip Berau berharap perpustakaan bisa menjadi ruang aman dan inklusif bagi semua kalangan baik pelajar, mahasiswa, dan orang tua.

“Kami ingin masyarakat menikmati perpustakaan bukan hanya sebagai tempat mencari buku, tapi juga tempat mencari inspirasi,” harapnya. (*)