BERAU TERKINI – Gelaran Berau Coal Run 2026 sukses menjadi penawar rindu bagi para pencinta olahraga lari di Bumi Batiwakkal pada Sabtu (14/2/2026). 

Sebanyak 3.730 pelari tercatat memadati lintasan dalam event yang menjadi rangkaian peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (BK3N) tersebut. 

Ajang tahunan yang diinisiasi perusahaan tambang batu bara ini benar-benar menyedot perhatian warga, terlebih dengan kehadiran sejumlah tokoh penting yang turut berbaur di tengah rintangan lintasan. 

Ribuan pelari saling adu ketangkasan dalam dua kategori jarak, yakni 5 kilometer dan 10 kilometer, yang menjadi pembeda utama dari penyelenggaraan tahun sebelumnya. 

Rata-rata peserta mampu menuntaskan tantangan hingga garis finis, dengan hanya sedikit catatan minor bagi mereka yang tidak sanggup menyelesaikan rute. 

Suasana di lapangan terasa begitu cair, di mana sekat-sekat sosial seolah runtuh saat semua peserta saling memberikan dukungan dan teriakan semangat. 

Kemeriahan tidak hanya datang dari para peserta, tetapi juga dari kelompok cheerleaders di tepi jalan yang tak henti menyuarakan yel-yel penyemangat. 

Perjuangan para pelari semakin berkesan dengan kehadiran sejumlah pacer atau teman lari baik dari skala lokal maupun nasional. 

Salah satu sosok yang mencuri perhatian adalah Agus Prayogo, pelari nasional pemegang rekor lari 10 kilometer dalam waktu 29 menit, yang hadir memberikan inspirasi bagi peserta lainnya. 

Antusiasme luar biasa ini sesuai dengan harapan tuan rumah. Direktur Operasional & HSE PT Berau Coal, Arief Widhartono, mengungkapkan kegembiraannya melihat peserta yang tidak hanya datang dari Berau, tetapi juga dari berbagai daerah di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. 

“Antusiasme luar biasa, terima kasih atas partisipasi semua pihak,” ujar pria yang akrab disapa Arief tersebut. 

Bagi Arief, agenda ini bukan sekadar ajang seru-seruan, melainkan misi besar untuk membumikan budaya hidup sehat di tengah gempuran gaya hidup sedenter akibat kemajuan teknologi. 

Ia menekankan bahwa lari adalah olahraga murah yang bisa dimulai oleh siapa saja. 

“Dengan berlari badan kita jadi sehat. Hanya bermodal kaos, celana, dan sepatu, orang sudah bisa memulai untuk hidup sehat,” tambahnya. 

Apresiasi tinggi juga datang dari para peserta, salah satunya Elin yang berharap kegiatan ini tetap menjadi agenda tahunan. 

Harapan serupa disampaikan oleh Rigel, pelari muda yang merasa bangga bisa menyelesaikan event lari perdana yang ia ikuti. 

“Semoga ada lagi tahun depan ya,” harap kedua pelari perempuan tersebut. 

Senada dengan mereka, Zali juga berharap gaya hidup sehat semakin membumi di Berau melalui berbagai cabang olahraga lainnya. 

“Semoga yang lain juga ada event seperti ini,” tuturnya. 

Dukungan penuh pun diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Berau. 

Bupati Berau, Sri Juniarsih, menilai olahraga bersama ini merupakan sarana efektif untuk mempererat kebersamaan sekaligus meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya kesehatan. 

“Semangat kebersamaan seperti ini juga memperkuat hubungan pemerintah, perusahaan, dan masyarakat,” ujarnya. 

Hal senada diungkapkan Wakil Bupati Berau, Gamalis, yang mengaku bangga bisa menjadi bagian dari ribuan pelari dan menaklukkan tantangan fisik bagi dirinya sendiri. 

“Kita berlari bersama, tak ada sekat di antara kita,” pungkas Gamalis. (*/Adv)